Kepala Dinkes Pekanbaru Hazli Fendriyanto. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memperkuat transformasi layanan kesehatan primer melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor sekaligus mendorong pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan dasar di tingkat wilayah.
"Kota Pekanbaru perlu meningkatkan infrastruktur kesehatan, pemenuhan jumlah Puskesmas, Pustu, dan Posyandu sesuai standar, serta sarana prasarana pendukung fasilitas pelayanan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru Hazli Fendriyanto selaku Ketua Panitia Kegiatan Pertemuan Koordinasi Pelaksanaan Transformasi Layanan Primer dalam Posyandu Bidang Kesehatan kepada Tim Pembina (TP) Posyandu Lintas Sektor Tingkat Kabupaten dan Kota di Hotel Grand Central, Senin (28/9/2026).
Penguatan layanan kesehatan primer harus dibarengi dengan pemenuhan infrastruktur kesehatan yang memadai. Berdasarkan pemaparan Dinas Kesehatan, kebutuhan fasilitas kesehatan primer masih cukup besar.
Dengan target pelayanan untuk sekitar 1.205.000 jiwa penduduk, idealnya Kota Pekanbaru memiliki 40 Puskesmas. Saat ini, baru tersedia 21 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan.
"Artinya, Pekanbaru masih kekurangan 19 Puskesmas untuk memenuhi kebutuhan ideal tersebut," ujar Hazli.
Kondisi serupa terjadi pada Puskesmas Pembantu (Pustu). Dari 83 kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru, baru tersedia 34 Pustu sehingga masih terdapat kekurangan 49 unit.
Dari total 767 RW, baru terbentuk 665 Posyandu. Dengan demikian, masih dibutuhkan 102 Posyandu untuk memenuhi kebutuhan pelayanan di seluruh wilayah RW.
Transformasi layanan primer melalui Posyandu tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2024. Melalui kebijakan tersebut, Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan ibu dan anak, tetapi diarahkan memberikan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.
Pelayanan mencakup ibu hamil, bayi, balita, anak usia prasekolah, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia. Dalam pertemuan tersebut, TP Posyandu dari 15 kecamatan juga menyampaikan evaluasi pelaksanaan program di masing-masing wilayah.
Evaluasi mencakup capaian program kerja, kondisi dan kebutuhan gedung, serta penanganan berbagai persoalan kesehatan masyarakat. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain pendataan anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar atau zero dose, pemeriksaan ibu hamil, pencegahan stunting, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemko Pekanbaru mendorong adanya sinergi antara TP Posyandu, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan sarana pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.