Pemko Pekanbaru Dukung Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

28 Januari 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto membahas Koperasi Merah Putih. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto membahas Koperasi Merah Putih. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menyatakan dukungan penuh terhadap Pemprov Riau dalam upaya percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih. Saat ini, Pemko Pekanbaru telah mendata sekitar 71 titik lokasi yang direncanakan sebagai tempat pembangunan Koperasi Merah Putih.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Rabu (28/1/2026), menyampaikan, Koperasi Merah Putih ini merupakan bagian dari program strategis nasional. Program ini  bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Di Kota Pekanbaru sudah terdata kurang lebih 71 titik lokasi. Dari jumlah tersebut, 47 titik merupakan aset pemko. Sedangkan sisanya milik Pemprov Riau dan badan usaha milik negara,” katanya.

Namun, Markarius mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan dalam percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih, terutama terkait ketersediaan dan kesesuaian lahan. Beberapa lahan yang tersedia belum sepenuhnya memenuhi kriteria yang ditetapkan. 

"Misalnya, lebar lahan harus mencapai 30 meter, sementara lahan milik pemko umumnya belum memenuhi ketentuan tersebut, baik dari sisi lebar maupun luas,” ungkapnya.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru bersama Pemprov Riau sepakat membentuk tim percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih. Tim ini akan bertugas melakukan verifikasi dan penanganan kendala secara menyeluruh.

“Dalam rapat tadi disepakati pembentukan tim percepatan yang dipimpin oleh kepala Dinas Koperasi Provinsi Riau, dengan sekretaris dari kepala Dinas Koperasi kabupaten dan kota,” ujar Anwar.

Melalui tim percepatan tersebut, Pemko Pekanbaru akan melakukan verifikasi satu per satu terhadap lokasi yang telah diusulkan. Supaya, pembangunan Koperasi Merah Putih dapat berjalan optimal.

“Di Pekanbaru, sebenarnya sudah ada 12 titik yang telah berjalan dan 11 titik lainnya masih dalam proses serta menunjukkan perkembangan. Kendala yang ada akan kami verifikasi secara bertahap agar program ini dapat terlaksana secara maksimal,” tutup Markarius.