Pemko Pekanbaru Perketat Standarisasi Dapur MBG, Hanya 30 Persen Penuhi SLHS
Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memperketat pengawasan dan standarisasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kini, pemko lebih selektif dalam menjalin kerja sama pengelolaan dapur MBG
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut usai rapat konsolidasi program MBG Bersama Kasatpel, Mitra, dan Yayasan di Hotel Premiere, Sabtu (21/2/2026), mengatakan, pemko masih berfokus membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi mengelola dapur MBG pada awal pelaksanaan program ini. Seiring berjalannya waktu, prioritas beralih pada peningkatan kualitas dan mutu dapur.
“Sekarang yang utama adalah kualitas. Standarisasi dapur SPPG harus benar-benar diterapkan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Pemko Pekanbaru akan mengundang koordinator wilayah (Korwil) SPPG dan satuan tugas (Satgas) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur yang telah beroperasi. Evaluasi tersebut bertujuan memastikan setiap dapur memenuhi standar kelayakan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Berdasarkan data terbaru, dari 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar, hanya 100 unit yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen yang telah memenuhi standar SLHS.
Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan. Nantinya, hasil evaluasi akan menjadi dasar pengambilan langkah dan tindakan lanjutan guna meningkatkan kualitas layanan program MBG di Kota Pekanbaru.
“Kami ingin mengetahui letak persoalannya. Sehingga setelah itu dapat diambil tindakan yang tepat,” tegas Ingot.