Pemko Pekanbaru Teken Kerja Sama PSEL, Sampah Akan Diolah Menjadi Energi Listrik

8 April 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menandatangani MoU Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya, Selasa (7/4/2026). Foto: Istimewa.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menandatangani MoU Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya, Selasa (7/4/2026). Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk kawasan aglomerasi Pekanbaru Raya, Senin (6/4/2026). Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilakukan di hadapan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq serta disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Kerja sama ini turut melibatkan sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Riau. Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar merupakan bagian dari pengelolaan sampah terpadu di kawasan aglomerasi.

Wali Kota Agung mengatakan, kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah di Pekanbaru yaitu dari sekadar permasalahan lingkungan menjadi sumber energi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum besar untuk mentransformasi persoalan sampah menjadi energi baru.

Ke depan, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban. Melainkan, sampah dipandang sebagai potensi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan teknologi yang tepat. Maka dari itu, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota sangat penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“Sinergi ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menghadirkan Pekanbaru yang lebih bersih, modern, dan mandiri dalam energi,” ujar Agung.

Melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah berencana membangun fasilitas PSEL atau waste to energy (WtE) Pekanbaru Raya yang akan berlokasi di Kabupaten Kampar. Fasilitas tersebut akan melayani pengolahan sampah dari berbagai daerah di kawasan aglomerasi. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.