Perumdam Tirta Siak Pekanbaru Ungkap 60 Persen Air Baku Industri Isi Ulang Terbuang Percuma
Plt Direktur Perumdam Tirta Siak Suryana Hakim. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Perumdam Tirta Siak memaparkan sistem pelayanan air minum yang diterapkan dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Pekanbaru. Perumdam Tirta Siak juga menyoroti tingginya volume air yang terbuang dalam proses produksi air minum isi ulang yang bersumber dari air tanah.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumdam Tirta Siak, Suryana Hakim, Minggu (31/5/2026), menjelaskan, Perumdam Tirta Siak mengelola sejumlah zona pelayanan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema kerja sama yang berbeda-beda saat ini. Untuk Zona 2, pelayanan air minum dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang melibatkan badan usaha pelaksana PT Tirta Madani. Sementara itu, pelayanan di Zona 3 dikelola oleh PT Tirta Riau dengan pola kerja yang hampir serupa.
"Setiap zona memiliki sistem pelayanan yang berbeda. Pada Zona 1, sumber air baku berasal dari Danau Buatan di Rumbai Timur. Sedangkan untuk Zona 2, air baku diambil dari sungai Kampar di Desa Kualu," katanya.
Pembagian zona pelayanan dilakukan untuk memudahkan distribusi air bersih kepada masyarakat. Pembagian zona ini sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan jaringan perpipaan di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.
Suryana juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak penggunaan air tanah sebagai bahan baku produksi air minum isi ulang. Proses penyaringan menggunakan teknologi reverse osmosis (RO) menghasilkan limbah air dalam jumlah yang cukup besar.
Berdasarkan hasil pengamatan yang pernah dilakukannya, hanya sekitar 40 persen air baku yang dapat dimanfaatkan menjadi air minum. Sementara 60 persen sisanya terbuang sebagai limbah.
"Air yang diambil dari dalam tanah tidak seluruhnya menjadi produk yang dijual kepada konsumen. Sebagian besar justru terbuang dan langsung dialirkan ke parit atau lingkungan sekitar tanpa dimanfaatkan kembali," ujar Suryana.
Rasio tersebut menyebabkan volume air tanah yang diambil jauh lebih besar dibandingkan jumlah air yang akhirnya dikonsumsi masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat berkurangnya cadangan air tanah apabila tidak dikelola secara bijak.
Karena itu, Perumdam Tirta Siak terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan air perpipaan sebagai alternatif yang lebih efisien dan berkelanjutan. Selain mengurangi ketergantungan terhadap air tanah, penggunaan air perpipaan juga dinilai mendukung upaya pelestarian sumber daya air di Kota Pekanbaru.