Pilah Sampah dari Rumah, Langkah Awal Pekanbaru Menuju Kota Bersih

7 April 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program pemilahan sampah dari rumah sebagai langkah strategis menuju pengelolaan yang lebih modern.

Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Selasa (7/4/2026), menjelaskan, Pemko Pekanbaru mulai menjalankan sistem bank sampah digital yang memungkinkan masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari sampah
pada tahun ini. Warga diminta memilah sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, dan barang bekas lainnya untuk disetorkan ke bank sampah.

“Setiap sampah yang diserahkan akan ditimbang dan nilainya langsung masuk ke aplikasi dalam bentuk uang elektronik. Saldo tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbelanja di gerai seperti ritel modern maupun kebutuhan lainnya,” katanya.

Selain itu, minyak goreng bekas juga memiliki nilai jual, dengan kisaran harga sekitar Rp6.000 per kilogram. Sistem digital yang diterapkan memungkinkan masyarakat menerima hasil secara cepat dan transparan.

Saat ini, program tersebut baru berjalan di satu lokasi. Namun dalam waktu dekat, program tersebut akan dikembangkan menjadi sekitar 10 titik bank sampah digital yang tersebar di sejumlah kecamatan. Salah satu titik yang telah tersedia berada di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mulai mengumpulkan sampah bernilai guna di rumah, seperti botol plastik dan kaca, agar tidak langsung dibuang. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini dikirim ke TPA Muara Fajar," pinta Markarius.

Jika sampah sudah dipilah sejak dari rumah, maka timbunan di tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan. Selain pengelolaan sampah anorganik, Pemko Pekanbaru juga mendorong pengolahan sampah organik menjadi kompos. 

Edukasi akan diberikan melalui kelompok dasawisma dan posyandu, dengan melibatkan para ibu rumah tangga untuk mengolah sisa makanan dan sayuran menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama bergerak maju. Dengan kolaborasi, kita optimistis Pekanbaru akan menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman di masa depan,” tutupnya.