Ribuan Siswa Kurang Mampu di Pekanbaru Akan Terima Bantuan Lima Stel Seragam Sekolah

12 Juni 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan bagi seluruh anak. Pada tahun ini, Pemko Pekanbaru akan melaksanakan Program Zero Anak Putus Sekolah sebagai upaya memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang terpaksa berhenti mengenyam pendidikan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Jumat (12/6/2026), mengatakan, program tersebut akan difokuskan pada pendataan dan penanganan anak-anak yang putus sekolah akibat berbagai faktor, baik ekonomi, lingkungan, maupun penyebab lainnya. Pemko akan melakukan pergerakan secara aktif untuk mencari dan mendata anak-anak yang tidak lagi bersekolah. Agar, anak-anak putus sekolah ini dapat diberikan solusi yang tepat sehingga dapat kembali melanjutkan pendidikan.

"Program Zero Anak Putus Sekolah ini sangat penting. Kami akan bergerak mencari anak-anak yang putus sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun faktor lingkungan dan penyebab lainnya," ujar Agung.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menaruh perhatian terhadap persoalan kebutuhan seragam sekolah. Seragam sekolah menjadi beban bagi sebagian keluarga kurang mampu selama ini. 

"Kami harus lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan segera menghadirkan solusi yang nyata.
Untuk itu, kami telah menyiapkan anggaran khusus guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan seragam sekolah," ucap Agung.

Bantuan tersebut tidak lagi sepenuhnya mengacu pada kategori desil penerima bantuan sosial. Sebaliknya, proses verifikasi akan dilakukan secara langsung oleh tim yang melibatkan Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Disdik), serta pihak sekolah.

"Tim tersebut akan melakukan peninjauan langsung ke rumah calon penerima bantuan. Hal ini guna memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," jelas Agung.

Pemko Pekanbaru juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang merasa kesulitan membeli seragam sekolah untuk mendaftarkan diri melalui mekanisme yang disiapkan sekolah. Selanjutnya, data tersebut akan diverifikasi oleh Dinsos dan Disdik sebelum bantuan disalurkan.

"Kami membuka pendaftaran bagi masyarakat yang merasa tidak mampu membeli seragam sekolah. Pengecekan langsung oleh Dinsos dan Disdik agar bantuan tepat sasaran," ujar Agung.

Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran untuk penyediaan lima stel seragam sekolah bagi setiap siswa penerima bantuan. Program ini ditujukan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik.

"Kami menargetkan penyediaan bantuan bagi sekitar 7.000 hingga 8.000 siswa kurang mampu. Dengan masing-masing penerima memperoleh lima stel seragam sekolah, jumlah pakaian yang disiapkan mencapai puluhan ribu stel," ungkap Agung.