Transaksi dengan QRIS BRI Cukup dengan Gawai, Pembeli Kopi Kekinian di Pekanbaru Tak Lagi Repot Bayar Tunai
Pembeli membayar kopi kekinian dengan QRIS melalui ponsel di Taman Rekreasi Alam Mayang, Pekanbaru, Riau. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Suasana tenang begitu terasa di antara pepohonan yang rindang. Meski rindang, udara tetap terasa panas di Taman Rekreasi Alam Mayang, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Cuaca di Pekanbaru memang terkenal panas. Suhu udara bisa mencapai 41 derajat Celsius di musim kemarau.
Hari itu, sekitar dua puluh tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersusun rapi di lapangan yang berlapis paving blok. Tenda-tenda UMKM ini ikut memeriahkan acara Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau yang digelar oleh organisasi Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI).
Para pelaku UMKM ini telah menata dagangannya di bawah tenda masing-masing. Demi memperlancar pembayaran, masing-masing pelaku UMKM menyiapkan pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Maklum, pengunjung dan pelaku UMKM tak leluasa keluar-masuk taman rekreasi ini.
Para pelaku UMKM menggunakan QRIS dari bank berbeda-beda. Salah seorang pelaku UMKM ternyata ada yang menggunakan QRIS Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Pelaku UMKM ini bernama Irfan Saputra. Ia pemilik Keish Coffee. Usaha minuman kopi ini sudah berjalan enam bulan.
"Awalnya, saya bekerja sebagai barista di salah satu kafe di Pekanbaru selama tiga tahun. Di sana, saya belajar meracik aneka minuman kopi kekinian," katanya.
Setelah tiga tahun bekerja di kafe, Irfan mulai berpikir membuka usaha sendiri. Usaha minuman kopi ini diberi nama Keish Coffee.
Nama Keish merupakan singkatan dari nama Arif dan wanita yang selalu bersamanya berjualan kopi kekinian ini. Kopi diracik sendiri menjadi minuman, begitu juga dengan dessert dan kue.
"Semuanya, saya buat sendiri. Minuman yang dijual ada kopi susu aren, butterscotch, salted caramel, peachcano, americano, kopi sanger, latte, kopi milo, cokelat, red velvet, dan matcha. Kalau untuk dessert ada cookie bomb, cheesecake, tiramisu cake, sama cookies sama brownies," urainya.
Soal penggunaan QRIS, kebetulan Arif memang nasabah BRI. Jadi, uang yang dibayar pembeli bisa langsung masuk ke rekeningnya.
"Saya minta dibuatkan QRIS ke Menara BRI. Persyaratannya berupa dokumen dan nama usaha, kartu identitas dan buku tabungan," ujar Arif.
Sejak saat itu, transaksi dengan pembeli lebih banyak menggunakan QRIS. Sekitar 70 orang pembeli membayar pakai QRIS dalam sehari. Sedangkan pembeli membayar pakai uang tunai sekitar 30 orang.
Kesempatan berbeda, Junior Manager Retail Transaction Department Region 2 Pekanbaru Pitra Suci saat dihubungi mengatakan, jumlah QRIS yang tersebar sebanyak 171.926. Jumlah ini berdasarkan data terakhir pada 30 April 2026.
"Untuk penyebaran QRIS yang paling banyak di area Pekanbaru, Batam dan Dumai," ungkapnya.
Pembayaran menggunakan QRIS sudah banyak diterapkan para pelaku UMKM saat ini. Transaksi dilakukan hanya dengan memindai kode QRIS. Pembayaran dengan QRIS lebih mudah. Karena, pembeli tidak perlu lagi menyiapkan uang tunai di dalam dompet.