Wali Kota Pekanbaru Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Korban Penjambretan

27 Januari 2026
Pj Sekdako Ingot bersama pejabat Pemko Pekanbaru saat melayat ke rumah duk korban aksi jambret, Senin (26/1/2026) malam. Foto: Istimewa.

Pj Sekdako Ingot bersama pejabat Pemko Pekanbaru saat melayat ke rumah duk korban aksi jambret, Senin (26/1/2026) malam. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Siti Hajar (43), korban akibat aksi jambret, yang meninggal dunia pada Senin (26/1/2026) pagi. Peristiwa tragis tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga Pekanbaru.

Meski tengah berada di Jepang untuk memenuhi undangan mengikuti lokakarya pengelolaan sampah, Wali Kota Agung Nugroho tetap menunjukkan empati. Ia mengutus Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Ingot Ahmad Hutasuhut untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.

Ingot bersama sejumlah pejabat Pemko Pekanbaru mendatangi rumah duka yang beralamat di Jalan Tengku Bey II, Kecamatan Bukit Raya, Senin malam. Kehadiran rombongan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemko  terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Ingot bertemu langsung dengan orang tua almarhumah. Bahkan, Wali Kota Agung turut menyampaikan belasungkawa secara langsung melalui sambungan panggilan video dan berdialog dengan keluarga korban.

“Ibu yang sabar. Insyaallah, kepergian almarhumah husnul khatimah. Sepulang kami dari Jepang, Insyaallah kami akan singgah ke sana,” ucapnya dalam sambungan video tersebut.

Pemko akan memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan. Pemko datang untuk mendoakan almarhumah

Sementara itu, Pj Sekda Ingot mengatakab, kehadiran pemko di rumah duka merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Peristiwa ini menjadi duka dan keprihatinan bersama.

“Hari ini, kami menjenguk warga yang menjadi korban tindak kriminal. Ini merupakan pukulan bagi kami. Oleh karena itu, wali kota meminta kami untuk melayat sebagai bentuk empati. Musibah ini menjadi beban dan keprihatinan kita bersama,” pungkasnya.