Wawako Pekanbaru Buka In-House Training Pimpinan SIT, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Terpadu

11 Januari 2026
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar secara resmi membuka kegiatan in-house training bagi pimpinan Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang digelar di Sekolah Islam Terpadu Al Ittihad, Kecamatan Rumbai, Jumat (9/12/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pendidikan di lingkungan sekolah Islam terpadu di Kota Pekanbaru.

Usai kegiatan, Markarius menyampaikan, kegiatan in-house training tersebut menghadirkan narasumber nasional, yakni Profesor Sukro Muhab. Profesor Sukro merupakan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia.  Selain itu, Profesor Sukro juga dikenal sebagai staf khusus menteri serta dosen pascasarjana Universitas Riau (UNRI).

“Kami berharap melalui in-house training ini dapat meningkatkan kapasitas guru dan pimpinan sekolah Islam terpadu. Sehingga, kualitas pendidikan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” harap Markarius.

Pemko Pekanbaru membuka ruang kolaborasi dan kerja sama dengan sekolah Islam terpadu dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan.

Kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergilir di sekolah-sekolah Islam terpadu lainnya. Hal ini dilakukan agar peningkatan kualitas dapat dirasakan secara merata oleh seluruh satuan pendidikan Islam terpadu. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua JSIT Provinsi Riau Jumakri yang berperan dalam pengoordinasian dan penguatan jaringan sekolah Islam terpadu.

Diharapkan, para peserta in-house training dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Sehingga, para peserta memperoleh penguatan kompetensi, keterampilan, serta nilai-nilai kepemimpinan dalam pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran.

Sekolah Islam Terpadu dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan bagi orang tua yang menginginkan penguatan akhlak dan karakter anak, di samping pendidikan formal. Bahkan, model pendidikan ini juga dapat menjadi contoh bagi sekolah negeri, khususnya dalam penguatan pendidikan keagamaan,” ujar Markarius.

Sekolah Islam Terpadu dinilai memiliki keunggulan pada sistem pembinaan akhlak, pendidikan karakter, serta pembelajaran Alquran yang terstruktur dan berkelanjutan. Konsep tersebut dapat diadaptasi oleh sekolah-sekolah negeri untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

In-house training ini bukan merupakan proses akreditasi. Melainkan, in-house training ini merupakab kegiatan peningkatan kapasitas (upgrading) bagi para guru dan pimpinan sekolah. Materi yang diberikan mencakup metode pembelajaran yang efektif, pengelolaan sekolah yang profesional, kepemimpinan pendidikan, hingga tata kelola administrasi sekolah.

“Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan guru dan pimpinan sekolah dalam mendidik peserta didik secara lebih baik, serta mengelola sekolah secara profesional dan berdaya saing,” kata Markarius.