SLB Santa Lusia Pekanbaru Wujud Nyata Impian Mendiang Uskup Martinus

11 Januari 2026
Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia di Pekanbaru, Sabtu (10/1/2026). Foto: Surya/Riau1.

Uskup Keuskupan Padang Mgr Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia di Pekanbaru, Sabtu (10/1/2026). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Berdirinya Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lusia merupakan perwujudan nyata dari impian mendiang Uskup Martinus Dogma Situmorang. Sejak awal, mendiang Uskup Martinus memiliki kepedulian besar terhadap anak-anak berkebutuhan khusus di Provinsi Riau.

Uskup Keuskupan Padang Monsinyur (Mgr) Vitus Rubianto Solichin usai peresmian SLB Santa Lusia, Sabtu (10/1/2026), menyampaikan, mendiang Uskup Martinus Dogma Situmorang merasakan secara langsung keprihatinan atas banyaknya keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Pada saat itu, masih sangat terbatas tempat pendidikan yang mampu memberikan suasana belajar, komunitas yang hangat, serta lingkungan yang penuh rasa kekeluargaan bagi anak-anak  tersebut. Padahal, anak berkebutuhan khusus juga butuh tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Beliau sangat prihatin karena tidak banyak tempat yang dapat menjadi rumah belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tempat yang mampu menghadirkan rasa diterima, dihargai, dan dikasihi,” katanya.

Mgr Vitus juga mengenang kunjungan pertamanya ke lokasi SLB Santa Lusia. Saat itu, lahan sekolah masih tampak kosong. 

Lahan ini baru terdapat bangunan di bagian belakang yang diperuntukkan sebagai rumah para suster. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan yang terbuka bagi semua kalangan.

"SLB Santa Lusia hadir untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun. Sekolah ini terbuka untuk semua," ujar Mgr Vitus.

Pelayanan pendidikan dijalankan oleh para suster yang secara khusus mendedikasikan hidup bagi karya pelayanan kasih. Apresiasi dan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada para suster yang telah mewujudkan mimpi mendiang Uskup Martinus Dogma Situmorang menjadi kenyataan. 

Dedikasi para suster menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan yang penuh cinta dan perhatian bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Diharapkan, kehadiran SLB Santa Lusia dapat membantu semakin banyak keluarga serta memberikan ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan bermartabat.

“Karya besar ini tidak mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak, para penderma, para suster, dan seluruh elemen yang terlibat. Dengan kebersamaan dan dukungan kita semua, harapan itu kini menjadi nyata,” pungkasnya.