Wawako Pekanbaru Dorong PUI Perkuat Peran Pembinaan Akhlak Pemuda

30 April 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar bersama pengurus PUI Riau dan Pekanbaru. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar bersama pengurus PUI Riau dan Pekanbaru. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Provinsi Riau dan PUI Kota Pekanbaru yang digelar di Gedung Tengku Maharatu, Jalan Kerinci, Kecamatan Limapuluh, Kamis (30/4/2026). Pengurus PUI diingatkan agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.

Wawako Markarius mengatakan, kehadiran organisasi kemasyarakatan seperti PUI memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan akhlak generasi muda. Ia berharap para pemuda yang tergabung dalam organisasi tersebut mampu bersinergi dengan Pemko Pekanbaru.

“Kami berharap para pemuda yang tergabung dalam PUI dapat berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah dalam membangun kota, terutama dalam penguatan akhlak,” ujarnya.

Markarius juga menyoroti tantangan dakwah di era modern yang semakin kompleks. Ia menilai generasi muda saat ini menghadapi berbagai dinamika perkembangan zaman yang berpotensi memengaruhi perilaku dan pola pikir.

Tantangan tersebut antara lain penyalahgunaan narkotika serta pengaruh negatif lainnya yang berkembang di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan dakwah dinilai menjadi semakin penting dan memerlukan pendekatan yang tepat.

“Dakwah kepada generasi muda saat ini memiliki tantangan tersendiri seiring dengan perkembangan global dan dinamika sosial yang terus berubah,” ujar Markarius.

Ia mendorong PUI agar terus berkembang menjadi organisasi yang kuat dan konsisten dalam menjalankan perannya. Komitmen dalam berdakwah harus dijaga secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang berakhlak. Organisasi tidak boleh bersifat sementara, melainkan harus memiliki arah dan tujuan yang jelas dalam jangka panjang.

“Jangan sampai organisasi hanya muncul sesaat. Diperlukan komitmen yang kuat untuk berdakwah secara berkelanjutan karena dakwah merupakan estafet perjuangan,” pungkasnya.