Sebanyak 87 Persen Penduduk Riau Beragama Islam, Baznas Diharap Proaktif Kelola Zakat

1 Oktober 2021
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Asisten III Setdaprov Riau Syahrial Abdi menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung Baznas Riau dalam memperkuat sosialisasi, edukasi, dan informasi guna meningkatkan jumlah pengumpulan zakat, infak dan sedekah.

"Kami dari Pemprov Riau mendukung secara penuh kegiatan - kegiatan yang akan dilakukan oleh Baznas Riau," ujar Syahrian, meyampaikan dukungan, pada saat menghadiri dan membuka Rakorda Baznas Se-Provinsi Riau, Kamis (30/9/2021).

Dalam upaya mengumpulkan zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Pemprov Riau sambung dia telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2019. 

"Dengan lahirnya instruksi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat profesi ASN dan karyawan BUMD di lingkungan Pemprov Riau" ujarnya.

Hal itu juga merujuk pada Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014. Tentang optimalisasi pengumpulan zakat di kementerian atau lembaga negara, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMD melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Ia berharap Baznas se - Provinsi Riau terus meningkatkan pelayanan dalam mengelola zakat. "Kita berharap ke depannya Baznas se-Provinsi Riau ini dapat terus meningkatkan pelayanan dalam pengelolaan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Riau," imbuhnya 

Lebih lanjut, Syahrial mengajak Baznas Kabupaten dan Kota Bersinergi Untuk Memaksimalkan Zakat "Baznas harus tetap saling bersinergi dalam pengelolaan dan memaksimalkan zakat bagi kehidupan umat," ujar Syahrial sembari mengajak. 

"Apalagi saat ini kita tengah menghadapi situasi yang sulit dikarenakan pandemi COVID-19 juga berdampak bagi kehidupan masyarakat ekonomi kebawah," tukasnya. 

Pihaknya mengatakan, berdasarkan data sensus penduduk BPS Tahun 2020, per September 2020 Jumlah penduduk Riau sebesar 6,3 juta jiwa dimana 87 persennya beragama Islam.

"Hal ini dapat mendorong amil zakat untuk bersifat proaktif, antisipatif, inovatif, dan kreatif. Sehingga tidak hanya bersifat pasif dan reaktif terhadap fenomena sosial yang terjadi seperti COVID-19 saat ini," katanya.

Ia mengungkapkan langkah dan upaya Baznas harus cepat tanggap dalam bencana pandemi COVID-19 ini. "Dalam situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini, Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dapat berperan lebih besar dari sebelumnya untuk membantu masyarakat Riau," ungkapnya.

Syahrial juga menyampaikan bahwa Potensi ZIS di Provinsi Riau cukup besar dalam membantu masyarakat. "Zakat selama ini dapat menjadi instrumen alternatif dalam penanggulanagan kemiskinan termasuk kemiskinan akibat bencana non alam seperti pandemi COVID-19," tukasnya.*