Rabu, 01 Desember 2021

RIAU

Penyair Riau Juara Dendang Syair Antar Bangsa

news24xx


Drs Raja Yoserizal Zen Drs Raja Yoserizal Zen

RIAU1.COM - Dendang Syair Antar Bangsa Ke-4 berhasil diungguli oleh penyair Provinsi Riau, yang dilaksanakan secara online dari Malaysia. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Drs Raja Yoserizal Zen.

Baca Juga: Tolak RUU TPKS dan Cabut Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021, Kammi Gelar Aksi di DPRD Riau



MH02 | Bea dan Cukai

www.jualbuy.com

Menurut Yoserizal Zen, bahwa penyair asal Provinsi Riau yang berhasil mengharumkan nama Daerah, bahkan negara, itu yakni Juara I diraih oleh Ibnu Zulkarnain dan Juara III ditempati Anissa Cahya Ningrum.

Sementara negara tuan rumah penyelenggara kegiatan, hanya berhasil pada posisi atau meraih Juara ke II, Shabiha Abdul Wahid yang merupakan asal Malaysia.

"Kegiatannya online dari Malaysia. Peserta yang ikut dalam pertandingan tersebut mengirimkan video ke panitia penyelenggara," kata Yoserizal Zen.

"Alhamdulillah, peserta dari Riau berhasil menjuarai iven akbar ini. Prestasi ini juga berlangsung pada lomba serupa tahun tahun sebelumnya. Fauziah misalnya, pelantun syair dari Riau juga berhasil Juara I," ungkap Yoserizal.

Selain itu, sambung Yose, Dendang Syair patut disyukuri karena ada dilaksanakan antar bangsa. "Yang cukup membanggakan kita, juri selama iven ini ada dari Riau, bahkan orang Kuansing," sebut Yose.

"Kami bangga karena prestasi pemuda mampu melambungkan nama Indonesia khususnya nama Riau. Syabas dan tahniah," ucap Datuk Yoserizal Zen.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kebudayaan berharap agar syair bisa menjadi kebiasaan didendangkan, baik itu dalam kegiatan sekolah-sekolah maupun ruang publik lainnya, harap Yoserizal.

Baca Juga: Pemprov Riau Dapat Penghargaan Khusus Karena Berhasil Raih Opini WTP Selama Lima Tahun Berturut-turut

"Sebab syair yang didendangkan biasanya terdiri dari pantun, dengan langgam atau irama sesuai dengan daerah masing masing. Pantun kan sudah merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia yang ditetapkan oleh UNESCO, kalau di Kuansing antara lain Kayat misalnya," kata dia.*





loading...
Loading...