Pembangunan Masjid Raya Riau akan Segera Rampung

29 Desember 2021
Masjid Raya Provinsi Riau

Masjid Raya Provinsi Riau

RIAU1.COM - Progres proyek pengerjaan pembangunan Mesjid Raya di Jalan Siak II, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru yang dibangun Pemerintah provinsi Riau, disebut sudah mencapai 96 persen. 

Persentase itu tidak termasuk menara mesjid yang dihentikan sementara karena dalam penyelidikan oleh tim independen. 

Sebab, saat ini menara mesjid yang sudah berdiri 36 meter tersebut, dihentikan akibat adanya penurunan sedalam tiga mili meter. Penurunan pondasi menara yang satu kesatuan dengan bangunan utama mesjid, dikhawatirkan berdampak buruk.

"Sudah 96 persen. Kenapa begitu karena untuk pekerjaan menara kita time out atau kita potong. Karena sekarang dalam penyelidikan oleh tim independen," kata Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau, Syafri Afis, Selasa (28/12).

Ada pun persentase 96 persen tersebut, terhitung sampai akhir kontrak hingga akhir Desember. Sementara untuk sisa empat persen lagi, pekerjaan lift dan eskalator. Khusus untuk eskalator, sudah dalam pemesanan di China. Diperkirakan, baru tiba di Pekanbaru awal Januari 2022. 

Dijelaskan Syafri, meski pekerjaannya melewati batas akhir kontrak, per 31 Desember 2021, kontraktor pembangunan mesjid tetap diberi kesempatan untuk melanjutkan sisa pekerjaan. Dengan catatan didenda dengan sistem waktu berjalan. Yakni 1/ooo (per mil) per hari.

"Bukan adendum waktu, cuma dikasih waktu kesempatan dengan denda waktu berjalan.  Denda berjalan itu 1/ooo (per mil) per hari," terang Syafri.

Kemudian menurut Syafri lagi, karena sifatnya penyelesaian sisa yang hanya empat persen tersebut, maka tidak ada alasan untuk mengganti kontraktor. Apalagi, pemegang proyek pembangunan mesjid tersebut sudah dikenakan denda.

"Itulah kita beri kesempatan untuk memasang eskalator. Kan medianya juga sudah ada. Tanggal 1 atau 2 Januari juga sudah datang eakalatornya. Kalau lift, kita cuma pengadaan saja dulu. Itu aja masalahnya," tutur Syafri.*