Awal Bulan Ini Perbaikan Ruas Jalan Sontang-Duri Mulai Dikerjakan

2 November 2026
Jalan lintas Sontang-Duri yang rusak parah

Jalan lintas Sontang-Duri yang rusak parah

RIAU1.COM - Akses transportasi yang menghubungkan Kabupaten Rokan Hulu dengan Kabupaten Bengkalis melalui ruas jalan provinsi, Sontang–Duri lumpuh total akibat terendam banjir dan lumpur tebal pada Ahad (1/11/2026) petang. Luapan Sungai Rokan yang menggenangi badan jalan di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, menyebabkan kendaraan roda dua hingga minibus tidak dapat melintas.

Kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Bonai Darussalam selama beberapa hari terakhir. Genangan air yang menyatu dengan material lumpur tebal membuat badan jalan berubah menyerupai danau dan kubangan besar yang membahayakan pengguna jalan.

Akses melintas saat ini hanya dimungkinkan bagi kendaraan roda empat dengan sistem penggerak empat roda (double gardan) serta truk berbak tinggi. Namun, mayoritas pengendara memilih tidak memaksakan diri demi menghindari kerusakan mesin akibat jebakan banjir.

Warga Desa Sontang, David, mengonfirmasi bahwa ketinggian air yang merendam tiga titik ruas jalan provinsi tersebut terus meningkat hingga Ahad petang. Kondisi ini memicu keterisolasian terbatas bagi kendaraan kecil yang biasa menyeberangi kawasan tersebut.

"Untuk roda dua dan minibus sudah sulit melintas," ujar David saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, Ahad (1/11/2026).

David Imbau Pengendara Gunakan Jalur Alternatif demi Keselamatan. Ia menambahkan bahwa sejumlah kendaraan roda dua mengalami mogok mesin setelah memaksakan diri menerobos genangan air.

"Ada sepeda motor yang tadi menerobos banjir, tiba-tiba terjebak dan mati mesin. Kita sarankan pengendara tidak memaksakan untuk melintas. Lebih baik mencari jalur alternatif lain agar kendaraan tidak rusak," kata David.

Selain melumpuhkan arus lalu lintas, luapan air Sungai Rokan juga mulai meluas dan merendam kawasan permukiman warga di sekitarnya. Aliran anak sungai yang terhubung langsung dengan sungai utama memicu peningkatan debit air ke area pemukiman.

Warga Desa Sontang, Muklisin, menyatakan bahwa genangan air kini telah masuk dan merendam pekarangan rumah penduduk di Dusun I Harapan. Kondisi ini memperparah dampak banjir yang sebelumnya hanya menggenangi badan jalan utama.

"Kondisi banjir tidak hanya merendam sejumlah titik jalan provinsi Sontang-Duri. Siang ini, sejumlah pekarangan rumah warga Dusun I Harapan mulai terendam air seiring tingginya curah hujan beberapa hari terakhir di Kecamatan Bonai Darussalam," tutur Muklisin.

Menanggapi krisis infrastruktur tersebut, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) langsung mengambil langkah penanganan darurat. Proses lelang pekerjaan penimbunan jalan saat ini tengah berjalan untuk mempercepat perbaikan fisik di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, menjelaskan bahwa perbaikan akan difokuskan pada lokasi kerusakan terparah, khususnya di jalur penghubung Desa Sontang menuju Desa Kasang Padang. Langkah ini diambil sesuai arahan dari Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto.

"Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan cukup parah, terutama di jalur yang menghubungkan Desa Sontang dengan Desa Kasang Padang," kata Zulfahmi.

Zulfahmi memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun desain perbaikan khusus dengan melakukan penimbunan tanah setinggi satu meter di tiga titik kerusakan sepanjang satu kilometer. Langkah penanganan ini juga mencakup pemasangan box culvert guna memperlancar arus pembuangan air agar tidak kembali menggenangi jalan.

"Desain perbaikan sudah dibuat, tinggal perbaikan saja, kondisinya cukup berat dan harus ditimbun dulu hingga 1 meter jadi materialnya sangat banyak. Untuk perbaikan yang akan dilakukan sepanjang 1 kilometer," ungkap Zulfahmi.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PKPP Riau, Khairul Rizal, membeberkan bahwa alokasi anggaran penanganan darurat ini telah disiapkan dalam APBD Perubahan Riau 2026. Penanganan tersebut ditargetkan dapat segera dimulai pada awal November 2026 setelah pemenang lelang ditetapkan.

"Kita targetkan awal November ini sudah mulai pengerjaan. Anggarannya sebesar Rp2,1 miliar," terang Khairul Rizal.

Sebagai penanganan jangka panjang, Dinas PUPR-PKPP Riau juga telah mengusulkan peningkatan struktur jalan menggunakan konstruksi beton rigid untuk pelaksanaan anggaran tahun depan. Usulan pengerasan jalan secara permanen tersebut saat ini masuk dalam pembahasan rancangan APBD Murni Riau 2027.

"Tahun depan kita rencana beton rigid. Semoga disetujui di APBD 2027," pungkas Khairul Rizal.*