GSSB Disebut Wagubri Gerakan Persiapan Bekal Akhirat

GSSB Disebut Wagubri Gerakan Persiapan Bekal Akhirat

4 Februari 2023
Program GSSB Pemprov Riau

Program GSSB Pemprov Riau

RIAU1.COM - Syiar agama Islam konsisten dilakukan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar melalui kegiatan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) Provinsi Riau.

Program tersebut merupakan kegiatan dakwah Pemerintah Provinsi Riau yang telah dilaksanakan sebanyak 101 kali di sejumlah kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

GSSB yang ke-101 ini diselenggarakan di  Masjid Paripurna Al-Mukhlishin, Jalan Dr Sutomo No 65 Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sail, Pekanbaru, Sabtu (4/2/).

Wagubri Edy Natar menerangkan, GSSB adalah gerakan mengajak untuk mempersiapkan bekal di akhirat nanti.

"Kenapa solat subuh?, karena ini yang paling berat untuk dilaksanakan, jika yang berat saja kita sudah biasa maka untuk mengerjakan perintah Allah yang lainnya akan terisa ringan kita laksanakan untuk mempersiapkan bekal di pengadilan Allah," ujarnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan, bekal berupa amalan amalan yang sedang dilakukan adalah sebuah persiapan untuk kembali ke kampung halaman, yaitu surganya Allah.

"Perlu diingatkan berulang-ulang bahwa dunia ini hanyalah sebagai tempat singgah, tempat sebenarnya tempat kita akan tinggal adalah di mana nenek moyang kita berasal yaitu syurga," ucapnya.

"Untuk kembali pulang kesana, tentunya ada syarat yang Allah persiapkan untuk manusia, seluruh kita akan di adili dipengadilan Allah, maka itu persiapkan bekal untuk pulang ke syurga," imbuhnya.

Dalam surah As Sajdah ayat 12, Kata Wagubri Edy, Allah telah memberikan gambaran kepada umat manusia bahwa nantinya banyak diantara manusia yang meminta kembali kesempatan dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan kebajikan.

"Akan tiba masanya sekumpulan manusia meminta dikembalikan ke dunia, dan itu dijelaskannya dalam surah as sajdah, Allah membocorkan dalam surat itu, tentang apa yang terjadi nantinya," ucap Wagubri.

"Hal ini mesti menjadi kesadaran bagi kita, Allah telah mengingatkan kita melalui ayat ayatnya, namun manusia seringkali lengah," sebut dia.*