Guru Bersertifikat di Riau Masih di Bawah 50 Persen, Pelalawan Catat Literasi dan Numerasi Tertinggi

10 Maret 2026
Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing. Foto: Istimewa.

Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan tersebut terkait jumlah guru bersertifikat.

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau Evenri Sihombing, Kamis (5/3/2026), mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan, persentase guru bersertifikat masih berada di bawah 50 persen di Provinsi Riau. Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian. Karena, sertifikasi guru merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Jumlah guru bersertifikat masih di bawah lima puluh persen. Ini tentu menjadi tantangan bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” katanya.

Meski demikian, Evenri juga menyoroti capaian positif di bidang pendidikan, khususnya di Kabupaten Pelalawan. Daerah tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik dalam hal kemampuan literasi dan numerasi siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Kemampuan literasi berkaitan dengan kemampuan memahami dan menerjemahkan bahasa atau teks untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, numerasi merupakan kemampuan memahami angka, data, maupun simbol matematika untuk digunakan dalam memecahkan permasalahan praktis.

“Di Pelalawan, kemampuan literasi dan numerasi siswa SMA dan SMK tergolong cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya,” ungkap Evenri.

Capaian tersebut dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Riau. Ia juga menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi guru, memperluas program sertifikasi, serta memperkuat kualitas pembelajaran. Agar kemampuan literasi dan numerasi peserta didik dapat terus meningkat.