Evakuasi Korban Banjir di Pasaman Barat
RIAU1.COM - Banjir yang melanda Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), mengakibatkan seorang warga Yelfinu Usman (49) meninggal dunia. Korban ditemukan Ahad (26/7) sekitar pukul 17.30 WIB setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat derasnya arus banjir.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Sungai Batang Limpato, sekitar 500 meter dari lokasi terakhir korban terlihat oleh warga saat kejadian.
Usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke Puskesmas Kajai untuk dilakukan penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Proses pencarian korban melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pasaman Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, TNI, Polri, KSB Nagari Kajai, serta masyarakat setempat.
Kepala Basarnas Pasaman Barat, Randi, didampingi personel TRC BPBD Pasaman Barat, Kuria Sakti, seperti dimuat Hariansinggalang mengatakan korban merupakan warga Jorong Limpato, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir melanda kawasan tersebut.
Menurut Randi, pencarian dilakukan secara intensif sejak korban dilaporkan hilang dengan menyisir aliran Sungai Batang Limpato dan lokasi-lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban.
Berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat, korban akhirnya berhasil ditemukan pada Minggu sore. Namun, saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Randi menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang ikut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan arus sungai menjadi deras.
"Masyarakat diminta mengindahkan setiap imbauan dari Basarnas maupun pemerintah daerah, serta menghindari aktivitas di sekitar sungai ketika debit air meningkat demi menghindari terjadinya korban jiwa," ujarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat Pasaman Barat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih mengancam selama musim hujan berlangsung, serta mengutamakan keselamatan.*