Batas Makan Malam yang Tepat agar Tubuh Tetap Sehat

21 Januari 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Gaya hidup sehat tak hanya seputar apa yang kita makan. Faktanya, waktu kapan kita makan juga memiliki dampak besar bagi kesehatan. 

Waktu makan malam yang ideal tidak sekadar mengisi perut, melainkan juga menyinkronkan kebiasaan makan dengan ritme sirkadian tubuh (circadian rhythm), yaitu jam biologis internal yang mengatur berbagai proses tubuh seperti tidur, metabolisme, dan pencernaan.

Ritme sirkadian membantu tubuh menentukan kapan waktunya aktif dan kapan saatnya beristirahat. Salah satu hormon yang berperan dalam siklus ini adalah melatonin, yang dilepaskan ketika tubuh bersiap untuk tidur.

Saat kadar melatonin mulai meningkat di malam hari, tubuh menjadi kurang efisien dalam mengolah gula dan makanan yang baru masuk. Karena itu, disarankan agar makan malam dilakukan setidaknya 2–3 jam sebelum tidur.

Bahkan, bagi sebagian orang, waktu makan malam ideal bisa mencapai 4 jam sebelum tidur agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan dengan baik. 

Ada beberapa alasan utama mengapa waktu makan malam dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Berikut ini seperti dikutip Okezone dari Verywell Health, Rabu (21/1/2026). 

1. Rutinitas Konsisten Bantu Ritme Sirkadian

Memiliki jadwal makan yang teratur, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, membantu tubuh mengatur jam biologisnya. Rutinitas yang konsisten dapat meningkatkan energi, mengurangi rasa lapar berlebihan di malam hari, serta mendukung metabolisme yang sehat.

Oleh karena itu, agar ritme sirkadian berjalan dengan baik dan teratur, disarankan untuk menyelesaikan makan 2-4 jam sebelum tidur. Waktu ini memberi tubuh kesempatan yang cukup untuk mencerna makanan sebelum berbaring.

2. Dukung Pencernaan yang Lebih Baik

Saat makan terlalu dekat dengan waktu tidur, proses pencernaan berjalan bersamaan dengan persiapan tubuh untuk beristirahat. Hal ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, pencernaan terasa berat, atau gangguan tidur karena tubuh masih bekerja mencerna makanan.

3. Menjaga Stabilitas Gula Darah

Ketika tubuh memasuki fase malam dengan kadar melatonin yang tinggi, kemampuan tubuh untuk menurunkan gula darah setelah makan ikut menurun. Menyelesaikan makan malam beberapa jam sebelum tidur membantu menjaga respons gula darah tetap lebih stabil.

Selain itu, bangun pola makan yang konsisten, seperti makan pada waktu yang sama setiap hari, untuk membantu ritme tubuh tetap stabil. Tak kalah penting, perhatikan porsi dan jenis makanan, karena makanan berat memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna.*