Tahun Lalu Ada 123.941 Karyawan Perusahaan Teknologi Kena PHK

18 Januari 2026
Ilustrasi/net

Ilustrasi/net

RIAU1.COM - Tahun 2025 masih menjadi masa yang menantang bagi industri teknologi global. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali terjadi, meski skalanya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari situs pelacak PHK berbasis crowdsourcing Layoffs.fyi, dikutip Beritasatu, Ahad (18/1/2026), sepanjang 2025 terdapat 269 perusahaan teknologi global yang melakukan PHK dengan total 123.941 pekerja terdampak.

Sebagai perbandingan, pada 2024, jumlah perusahaan teknologi yang memangkas tenaga kerja mencapai 551 perusahaan, dengan total 152.922 karyawan kehilangan pekerjaan. Data ini menunjukkan bahwa meski tren PHK menurun, tekanan terhadap sektor teknologi masih berlanjut.

Gelombang efisiensi tersebut sejalan dengan semakin luasnya adopsi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Perusahaan teknologi berlomba menekan biaya operasional sekaligus mempercepat pengembangan produk. Namun, percepatan inovasi ini turut membawa konsekuensi besar bagi tenaga kerja manusia.

Salah satu perusahaan teknologi yang melakukan PHK adalah HP. Perusahaan ini dikabarkan berencana memangkas 4.000 hingga 6.000 karyawan secara global hingga 2028. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi penyederhanaan operasional serta pemanfaatan AI untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengembangan produk.

Sementara itu, Microsoft pada November 2025 juga mengumumkan rencana pemangkasan 9.000 karyawan, atau kurang dari 4% dari total tenaga kerja globalnya. PHK ini mencakup berbagai tim, jenis pekerjaan, dan wilayah operasional.*