Warga Anambas Mengeluh, Harga Tiket Pesawat Batam-Letung Tembus Rp1,9 Juta

11 April 2026
Bandara Letung

Bandara Letung

RIAU1.COM - Harga tiket pesawat rute Batam–Letung yang dilayani maskapai Wings Air mengalami lonjakan dalam dua hari terakhir dan menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kenaikan tarif dilaporkan mencapai sekitar Rp 200 ribu dari harga sebelumnya. Jika sebelumnya tiket berada di kisaran Rp 1,5 juta hingga Rp 1,6 juta per orang, kini melonjak menjadi Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta.

Kenaikan ini terjadi setelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa harga avtur mengalami kenaikan hingga 70 persen akibat dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Meski begitu, pihak Bandara Letung belum dapat memastikan bahwa lonjakan harga tiket tersebut secara langsung dipicu oleh kenaikan harga avtur.

Kepala Bandara Letung, Denny Armanto, membenarkan adanya kenaikan tarif penerbangan rute Batam–Letung. Ia menyebutkan, informasi tersebut dapat dilihat melalui aplikasi pemesanan tiket seperti Traveloka.

“Kalau karena harga avtur saya kurang tahu. Tapi kalau dilihat dari Traveloka memang saat ini harga tiket Rp 1,8 juta hingga Rp 1,9 juta lebih,” ujarnya, Jumat (10/4) yang dimuat Batampos.

Denny menjelaskan, tingkat keterisian penumpang dari Batam menuju Letung saat ini mengalami peningkatan, dengan okupansi kursi mencapai sekitar 70 persen.

Namun, untuk penerbangan sebaliknya dari Letung menuju Batam, tingkat keterisian kursi masih berada di bawah 50 persen.

Adapun penerbangan rute Batam–Letung dilayani menggunakan pesawat ATR 72-600 dengan kapasitas 72 kursi penumpang.

Sementara itu, rute Tanjungpinang–Letung yang dilayani maskapai Susi Air tidak mengalami kenaikan harga karena mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Harga Susi Air dari Tanjungpinang Rp 608 ribu, dan kalau dari Letung Rp 556 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingkat keterisian kursi pada penerbangan Susi Air hampir selalu penuh karena tarifnya lebih terjangkau dibandingkan maskapai lainnya.

Denny juga mengungkapkan bahwa Bandara Letung tidak menyediakan avtur. Biasanya, pesawat telah mengisi bahan bakar penuh dari bandara asal sebelum terbang menuju Letung.

Di sisi lain, masyarakat Kepulauan Anambas mengeluhkan tingginya biaya perjalanan udara. Selain tiket pesawat yang mahal, penumpang juga harus menanggung biaya transportasi lanjutan.

Seorang warga, Afrizal, menyebutkan total biaya perjalanan bisa mencapai Rp 2,3 juta per orang. Rinciannya meliputi tiket kapal dari Tarempa ke Letung sekitar Rp 200 ribu serta ongkos taksi dari Pelabuhan Padang Melang sekitar Rp 100 ribu.

“Belum lagi bayar taksi dari pelabuhan, ya habis juga Rp 2,3 juta hanya untuk naik pesawat. Itu baru sendirian,” ujarnya.

Ia mengaku hanya akan menggunakan pesawat jika dalam kondisi mendesak. Untuk perjalanan biasa, ia memilih menggunakan transportasi laut karena biayanya lebih terjangkau.

“Kalau tidak mendesak, saya lebih pilih naik kapal. Harganya lebih bersahabat,” katanya.

Masyarakat pun berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga tiket pesawat, seperti menambah subsidi, membuka rute baru, serta menjaga tarif tetap terjangkau bagi wilayah kepulauan agar mobilitas tidak terhambat.*