Rabu, 03 Juni 2020

NASIONAL

Gelombang Perantau Pulang Kampung Tak Bisa Dibendung, Hanya dalam Empat Hari 19.000 Orang Masuk Sumbar

news24xx


Ilustrasi naik  bus bagi perantau untuk pulang kampung.  Ilustrasi naik bus bagi perantau untuk pulang kampung.

RIAU1.COM - Gelombang perantau Minang pulang kampung tak dapat dibendung. 

Sebanyak 19 ribu orang masuk ke Sumatera Barat pada 1-4 April 2020 melalui jalur udara dan darat.

Padahal,  telah ada imbauan pemerintah agar perantau tidak pulang untuk sementara waktu hingga wabah COVID-19 berhasil dikendalikan.

Baca Juga: Banyak Calon Penumpang Ditolak Terbang, Lion Air Group Hentikan Operasional Mulai Lusa

www.jualbuy.com 

"Yang masuk itu masing-masing 6.051 lewat jalur udara dan 18.565 orang lewat jalur darat. Semua yang dilaporkan masuk ke Sumbar ini sudah dicatat dan didata oleh petugas. Datanya disampaikan ke kabupaten/kota tujuan," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Ahad, 5 April 2020, seperti dilansir Antara. 

Ia mengatakan hari ini juga tercatat ada enam penerbangan yang akan turun di Bandar Internasional Minangkabau (BIM).

Jumlah penumpangnya diperkirakan cukup banyak karena pesawat yang dioperasionalkan adalah jenis airbus yang bisa membawa 400 orang.


Menurutnya petugas yang berada di perbatasan atau bandara adalah ujung tombak untuk melacak orang-orang yang berasal dari daerah pandemi, apalagi jika memiliki gejala seperti demam.

"Jika data dari ujung tombak ini tidak tepat, atau malah tidak dilaporkan, maka akan sulit memastikan masyarakat yang datang ini bisa menaati protokol kesehatan yang ditetapkan seperti isolasi mandiri selama 14 hari.

Ia mengakui ada temuan petugas di perbatasan yang tidak mengisi data seperti yang diharapkan bahkan tidak memberikan laporan. Hal itu sudah disampaikan dan diharapkan tidak terjadi lagi.

Kendala yang dihadapi di perbatasan adalah tidak adanya sinyal sehingga proses pelaporan terganggu.
Baca Juga: Kemenag Tunggu Pengumuman Kepastian Pelaksanaan Ibadah Haji dari Otoritas Arab Saudi Besok

 
Sementara itu Pemprov Sumbar bersama pemerintah daerah yang lain terus memaksimalkan fasilitas untuk perawatan pasien ODP atau PDPdiduga COVID-19.

Saat ini selain RSUP M.Djamil Padang dan RS Achmad Muctar Bukittinggi, juga disiapkan RSUD Padang dan RSUD Pariaman. Setelah itu juga sedang dipersiapkan RS Unand.

R1 Hee. 





loading...
Loading...