Lima Resiko Mencukur Bulu Kemaluan, Nomor Empat Menyebabkan Kematian Lho...

12 Juli 2018
Ilustrasi

Ilustrasi

Riau1.com - Setiap wanita ingin terlihat cantik, dan mereka akan melakukan banyak perawatan agar terlihat menarik di hadapan lawan jenisnya. Salah satu hal yang dilakukan wanita adalah dengan mencukur. Dewasa ini, hampir sebagian wanita memiliki kebiasaan rutin mencukur rambut kemaluan.

Alasan kebersihan dan kenyamanan saat bercinta menjadi sebab mengapa para wanita kini rajin mencukur rambut kemaluannya hingga terlihat ‘gundul’.

Meskipun terlihat bersih, Anda harus berhati-hati, karena ternyata dengan mencukur rambut kemaluan bisa menimbulkan infeksi bahkan iritasi. Namun jika Anda termasuk wanita yang tetap ingin mencukur habis rambut kemaluan Anda, berikut beberapa tips yang harus Anda perhatikan :

Mencukur bisa menimbulkan abses
Salah satu hal yang dirasakan seorang wanita setelah mencukur rambut kemaluannya adalah munculnya abses di kulit sekitar kemaluan. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk menjaga kebersihan kulit di sekitar area genital setelah mencukur.
Apa itu abses?
Abses adalah penumpukan nanah yang disebabkan karena adanya bakteri yang masuk ke tubuh melalui folikel rambut. Hal ini jangan Anda anggap sepele, karena jika tidak segera ditangani, ini akan membahayakan.
Namun bila Anda sudah mengalami Abses, Anda bisa meminum antibiotik.

 

Mencukur dengan pisau cukur
Saat ini banyak salon kecantikan yang menawarkan banyak cara untuk menghilangkan rambut kemaluan, seperti waxing, pisau cukur khusus, dan laser.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynaecology, ternyata mencukur dengan pisau cukur adalah cara yang dinilai paling aman. Namun meskipun begitu, Anda tetap harus merawat kulit di bagian genital dengan benar setelah mencukur atau waxing.

 

Rambut tumbuh ke dalam
Efek samping mencukur rambut kemaluan selain rentan infeksi adalah tersisanya rambut di dalam lapisan kulit terluar, yang akan menyebabkan rambut tumbuh kembali di dalam lapisan kulit setelah beberapa hari. Namun “sisa” rambut ini tidak membahayakan.

 

Meningkatkan risiko penyakit menular seksual
Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2012, mencukur rambut kemaluan ternyata bisa meningkatkan risiko penyebaran dan penularan penyakit menular seksual seperti herpes dan kutil kelamin. Karena saat Anda mencukur, hal itu akan mempengaruhi membran kulit, dan memudahkan bakteri masuk ke dalam pori-pori.

 

Berbahaya bagi orang gemuk
Tak semua wanita boleh mencukur rambut kemaluan mereka. Karena seperti dilansir dari Telegraph, mencukur rambut kelamin ternyata berbahaya bagi orang yang bertubuh gemuk.
Mengapa ?
Karena, kulit orang yang gemuk lebih berisiko mengalami gesekan dengan kulit lain yang akan menyebabkan luka dan iritasi.

 

 

 

 

R1/wer