IMT-GT GCMC Resmi Bergulir, Wali Kota Pekanbaru Agung Ajak Kepala Daerah Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kota Hijau
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membuka ajang internasional Indonesia Malaysia Thailand (IMT) Growth Triangle (GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) di Hotel Pangeran, Rabu (5/8/2026). Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Ajang internasional Indonesia Malaysia Thailand (IMT) Growth Triangle (GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) resmi bergulir di Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026). Pertemuan para kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand itu diawali dengan Seminar Pembangunan Kota Hijau yang digelar di Hotel Pangeran.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyampaikan rasa bangga dan syukur. Karena, Pekanbaru dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT GCMC. Kepercayaan tersebut merupakan kehormatan bagi Pemko Pekanbaru sekaligus masyarakat Riau.
"Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Riau. Kami bersyukur karena Pekanbaru diberi amanah menjadi tuan rumah penyelenggaraan IMT-GT GCMC," katanya.
Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi antarkepala daerah, baik di Indonesia, Malaysia, maupun Thailand, menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Banyak daerah yang memiliki pengalaman dan inovasi dalam pengembangan kota hijau. Karena itu, Pekanbaru juga membutuhkan masukan dan pertukaran pengalaman agar dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan.
"Tentu kerja sama ini tidak hanya berbicara tentang pembangunan. Tetapi bagaimana bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing," ujar Agung.
Pemko Pekanbaru terus menggagas berbagai program untuk mendukung terwujudnya kota hijau. Salah satu upaya itu melalui penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan terhadap Program Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau.
Tema pembangunan kota hijau menjadi pengingat bahwa pembangunan saat ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Tetapi, pembangunan kota hijai juga harus diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Tema ini mengingatkan kita bahwa kepedulian kita bukan lagi sekadar membangun gedung-gedung besar, tetapi bagaimana menjaga alam. Menjaga alam berarti menjaga masa depan anak-anak kita," ucap Agung.
Tekanan terhadap lingkungan terus meningkat akibat pesatnya pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah yang hadir untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, sungai, dan lingkungan hidup sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi mendatang.
"Kami sering diingatkan bahwa ketika kita memuliakan alam dan memuliakan sungai, maka alam juga akan memuliakan kita sebagai tempat kita hidup dan berkembang," pungkasnya.