Kasus HIV di Pekanbaru Relatif Melandai, Pemko Gencarkan Edukasi ke Sekolah

12 Juli 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menyatakan tren kasus HIV yang ditangani pada tahun ini masih relatif melandai. Meski terdapat penambahan kasus, jumlahnya dinilai tidak signifikan.

"Namun, kami tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap masyarakat yang belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan," kata Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Minggu (12/7/2026).

Kekhawatiran terbesar bukan hanya pada kasus yang telah terdeteksi. Tetapi, kekhawatiran juga terhadap penderita yang belum menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara medis.

"Kasus yang kami tangani masih relatif melandai. Memang ada penambahan, tetapi tidak banyak. Yang kami khawatirkan adalah mereka yang tidak datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan sehingga penyakitnya tidak terdeteksi sejak dini," ujar Markarius.

Penderita yang tidak berkonsultasi dengan tenaga kesehatan berisiko tidak memperoleh penanganan yang tepat. Karena itu, pemko terus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan apabila mengalami keluhan atau ingin melakukan pemeriksaan.

"Selain itu, kami juga menerima berbagai laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas yang menyimpang. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran," sebut Markarius.

Di sisi lain, pemko menilai langkah pencegahan melalui edukasi menjadi upaya yang paling penting, khususnya bagi kalangan remaja dan pelajar.
Untuk itu, pemko akan menggelar penyuluhan secara berkelanjutan dengan melibatkan organisasi siswa, tenaga medis, serta psikolog.

Program tersebut akan dilaksanakan melalui kunjungan ke sekolah-sekolah. Hal ini guna memberikan pemahaman mengenai kesehatan, pembentukan karakter, kesehatan mental, serta pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat.

"Kami akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah bersama dokter spesialis kulit dan kelamin serta psikolog. Tujuannya memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai kesehatan, psikologi sosial, dan bagaimana menjaga pergaulan yang sehat, terutama ketika mereka mulai hidup mandiri," ungkap Markarius.

HIV