Pemko Pekanbaru Perkuat Edukasi HIV/AIDS di Kampus, Empat Mahasiswa Terdeteksi Positif
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru akan memperkuat upaya pencegahan dan edukasi mengenai HIV/AIDS di lingkungan perguruan tinggi. Pasalnya, sejumlah kasus baru ditemukan di kalangan mahasiswa.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, Minggu (12/7/2026), mengungkapkan, berdasarkan laporan tenaga medis di salah satu puskesmas yang berada di sekitar kawasan kampus, ditemukan empat kasus HIV pada mahasiswa dalam dua pekan. Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemko Pekanbaru tengah menyiapkan program edukasi dan penyuluhan yang menyasar lingkungan kampus.
"Program tersebut akan kami laksanakan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. Agar, upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini," ujarnya.
Pemko akan mengunjungi sejumlah kampus untuk membangun kolaborasi dalam pelaksanaan penyuluhan mengenai bahaya HIV/AIDS, cara pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Selain di kalangan mahasiswa, terdapat pula aparatur sipil negara (ASN) yang terdata mengidap HIV.
"Namun, para ASN tersebut umumnya memiliki kesadaran yang baik untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, mengikuti pengobatan, dan mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) secara rutin. Sehingga, penanganannya lebih terkontrol," ungkap Markarius.
Ia menilai tantangan yang lebih besar justru terdapat pada sebagian kelompok masyarakat yang belum disiplin menjalani pengobatan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penularan apabila penderita tidak menjalani terapi secara teratur.
"Karena itu, kami akan terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, serta upaya pencegahan penularan HIV/AIDS sebagai bagian dari pengendalian penyakit di Kota Pekanbaru," pungkasnya.