Musrenbang Kecamatan Payung Sekaki, Usulan Warga Jadi Kompas Pembangunan Pekanbaru
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat membukan Musrenbang Kecamatan Payung Sekaki, Kamis (12/2/2026). Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Payung Sekaki, Kamis (12/2/2026). Musrenbang ini sebagai wadah strategis bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung aspirasi pembangunan kepada pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Agung menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam setiap pelaksanaan Musrenbang. Hal ini terutama saat kepala daerah hadir langsung di tengah warga.
“Jangan pernah melewatkan kesempatan ketika kepala daerah datang. Di sinilah kami menerima dan mengeksekusi masukan dari warga,” katanya.
Musrenbang menjadi sarana utama bagi pemko dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya untuk kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sejumlah isu prioritas seperti perbaikan jalan rusak, jalan penghubung antarkawasan, beasiswa pendidikan, layanan kesehatan, serta kebutuhan sosial lainnya dipersilakan untuk disampaikan secara terbuka.
Agung juga menyinggung program Rembuk Rukun Warga (RW) dengan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta per RW. Menurutnya, kebijakan tersebut bukan semata-mata soal besaran anggaran. Melainkan, kebijakan ini mendorong warga agar berpikir lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Ini bukan soal uangnya sedikit atau banyak, tetapi bagaimana warga menentukan kebutuhan yang paling mendesak. Dengan anggaran Rp100 juta, usulan yang muncul pasti benar-benar prioritas,” ujar Agung.
Namun demikian, pemko tidak membatasi pembangunan hanya pada nilai tersebut. Jika suatu program dinilai mendesak dan membutuhkan anggaran lebih besar, pemko siap merealisasikannya.
“Jika memang diperlukan, anggaran bisa mencapai Rp300 juta, Rp500 juta, bahkan ada yang sampai Rp2,2 miliar. Karena itu saya turun langsung ke setiap Musrenbang kecamatan. Agar, anggaran yang disusun benar-benar berdasarkan masukan warga,” ucap Agung.
Pemko datang bukan untuk membela diri. Melainkan, pemko datang untuk menentukan arah kebijakan pembangunan Pekanbaru ke depan. Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban dan mendukung pembangunan agar Pekanbaru semakin maju dan nyaman.
“Pekanbaru kini menjadi kota idaman masyarakat di Provinsi Riau. Banyak yang ingin pindah ke sini karena capaian pembangunan yang berhasil kamo raih sepanjang tahun lalu,” ungkap Agung.
Sementara itu, Camat Payung Sekaki Yurika Heriandani menjelaskan, Musrenbang merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan menyelaraskan program pembangunan kecamatan dengan kebijakan Pemko Pekanbaru. Pemko ingin seluruh usulan di tingkat kecamatan selaras dengan program prioritas wali kota Pekanbaru.
Kecamatan Payung Sekaki terdiri atas enam kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 101.166 jiwa. Musrenbang tingkat kelurahan telah dilaksanakan pada 27 Januari lalu.
Mayoritas usulan masyarakat berkaitan dengan pembangunan drainase, semenisasi jalan, pemasangan lampu penerangan jalan umum, serta pembangunan box culvert. Selain itu, melalui pelaksanaan Rembuk RW, tercatat sebanyak 68 usulan yang berasal dari seluruh ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Payung Sekaki.
“Seluruh usulan tersebut akan kami sinkronkan dan sampaikan agar dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Kota Pekanbaru,” pungkas Yurika.