Pemko Pekanbaru Ajak Remaja Waspadai HIV dan Hindari Perilaku Berisiko

17 Juli 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru mengajak para remaja untuk menjaga diri dari berbagai perilaku berisiko yang dapat berdampak pada kesehatan, termasuk risiko penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pemko mengedukasi sejak dini agar para pelajar memahami cara mencegah penularan HIV.

"Kami mengajak remaja untuk menjaga diri serta menghindari pergaulan bebas dan perilaku menyimpang seperti LGBT," kata Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat menghadiri penyuluhan bahaya HIV di SMP Negeri 42 Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).

Penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Pekanbaru dalam meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya HIV serta pentingnya menjaga kesehatan diri. Untuk mendukung penyampaian materi, Pemko Pekanbaru menghadirkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) yang memberikan penjelasan mengenai HIV, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak usia remaja.

"Kami menghadirkan dokter dari Dinkes guna memberikan pemahaman tentang bahaya HIV," ujar Markarius.

Ia berharap edukasi yang diberikan sejak dini dapat meningkatkan kesadaran para pelajar. Sehingga, para pelajar mampu menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari program pencegahan HIV yang dilaksanakan bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di berbagai sekolah, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

"Kami akan menggelar edukasi di sekolah lainnya, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA," ujarnya.

Selain penyuluhan, Dinkes juga berencana melaksanakan kegiatan skrining di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap penularan HIV. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini sekaligus menekan angka penularan HIV di Kota Pekanbaru.

HIV