Plt Kepala Disdik Pekanbaru Alek Kurniawan. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan memprioritaskan pembangunan ruang kelas belajar (RKB) di sekolah-sekolah yang masih menerapkan sistem belajar dua shift, pagi dan sore. Pembangunan ruang kelas difokuskan untuk mengurangi penerapan sistem double shift.
“Kami utamakan pembangunan untuk sekolah-sekolah yang masih double shift, yakni sekolah yang menggunakan sistem belajar pagi dan sore. Ruang kelas belajarnya harus kami cukupi supaya seluruh sekolah bisa menerapkan satu shift,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan, Senin (25/5/2026).
Masih terdapat sejumlah sekolah yang terpaksa membagi jadwal belajar peserta didik karena keterbatasan ruang kelas. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi efektivitas proses belajar-mengajar. Jika seluruh sekolah sudah menerapkan sistem satu shift, maka kualitas pendidikan akan semakin meningkat.
“Kalau seluruh sekolah sudah satu shift, tentu sistem pendidikan kita bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Alek.
Untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan, Pemko Pekanbaru juga mengusulkan sebanyak 76 sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) agar memperoleh program revitalisasi sekolah. Sekolah yang diusulkan meliputi jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Selain pembangunan infrastruktur pendidikan, pemko juga menjalankan berbagai program peningkatan kualitas pendidikan lainnya di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Program tersebut di antaranya pemberian beasiswa serta bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik PAUD, SD, dan SMP dari keluarga kurang mampu.