Masyarakat Rohil Diminta Lapor ke Disperindag Kalau Ada Pedagang Jual di Atas HET
Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) merilis daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras medium, premium, dan Minyakita.
Langkah ini diambil guna menjamin keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat di seluruh wilayah Rokan Hilir.
Berdasarkan instruksi Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dan Wakil Bupati, Jhony Charles, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan stok serta stabilitas harga di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
Daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) Sesuai dengan data terbaru yang dirilis Disperindagsar Rohil, berikut adalah rincian harga acuan yang berlaku : Beras Premium Beras Payung Rp. 154.000 / 10kg, Beras Premium Beras Kuku Balam Rp 154.000 / 10kg, Beras Medium Beras Mahkota Rp 70.000 / 5kg, Beras SPHP (Bulog) Rp 65.500 / 5kg Minyakita Rp 15.700 / Liter
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Rokan Hilir, M. Fauzi, menegaskan bahwa harga-harga tersebut merupakan batas maksimal yang diperbolehkan dalam transaksi jual beli kepada konsumen akhir.
"Kami meminta seluruh pedagang dan pelaku usaha untuk mematuhi ketetapan HET ini. Stabilitas harga pangan adalah prioritas kami demi menjaga daya beli masyarakat," ujar M. Fauzi.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas dan berani bersuara jika menemukan adanya praktik penimbunan atau penjualan di atas harga yang telah ditetapkan. Disperindagsar Rohil membuka pintu bagi warga yang ingin melaporkan adanya oknum pedagang yang menjual kebutuhan pokok melebihi harga resmi.
"Jika ada pedagang yang menjual melebihi HET, silakan laporkan langsung kepada kami," tegasnya.
Laporan dapat disampaikan secara tertulis maupun lisan dengan mengunjungi Kantor Disperindagsar Rohil Alamat: Jl. Gedung Serbaguna, Bagansiapiapi. Dengan adanya pengawasan ketat dan peran aktif masyarakat, diharapkan situasi pasar di Rokan Hilir tetap kondusif dan beban ekonomi warga dapat terbantu.*