Kekeringan di Kota Padang, Wako: Pengerjaan Tanggap Darurat Kita Lakukan

27 Januari 2026
Pengerukan sedimen di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh/Hariansinggalang

Pengerukan sedimen di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh/Hariansinggalang

RIAU1.COM - Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau pengerukan sedimen di Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Senin (26/1/2026). Bendungan tersebut mengalami pendangkalan serta kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025.

Fadly Amran menyatakan peninjauan dilakukan sebagai bagian percepatan penanganan kekeringan yang dirasakan masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan ketersediaan air tetap terjaga bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

“Kita ingin persoalan kekeringan ini segera teratasi. Pengerjaan tanggap darurat kita lakukan bersama pemerintah provinsi dan balai terkait agar distribusi air kembali normal, sawah masyarakat terairi, serta sumur warga terisi kembali,” ujar Fadly Amran yang dimuat Hariansinggalang.

Fadly Amran menegaskan pengerjaan pengerukan sedimen harus berjalan cepat. Upaya tersebut menjadi bagian penting pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Kota Padang.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadiyanto menjelaskan saluran irigasi Gunung Nago berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Irigasi tersebut termasuk Daerah Irigasi Gunung Nago dengan luas sekitar 2.800 hektare.

Penanganan perbaikan Bendungan Gunung Nago dilakukan secara kolaboratif. Pemerintah Kota Padang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai Sumatera V.

“Untuk saluran irigasi sebelah kanan, Balai Wilayah Sungai Sumatera V membantu dua unit pompa berkapasitas masing-masing 250 liter per detik yang memompa air langsung dari sungai ke saluran irigasi. Saluran sebelah kiri sedang dibersihkan dari sedimen secara gotong royong,” ujar Tri Hadiyanto.

Tri Hadiyanto menyebut penurunan muka air tanah menjadi salah satu penyebab kekeringan. Kondisi tersebut membuat banyak sumur dangkal milik warga mengering.

“Dengan dialirkannya air ke saluran irigasi, kita berharap cadangan air tanah kembali terisi sehingga sumur masyarakat dapat berfungsi normal,” ujar Tri Hadiyanto.

Saat ini Balai Wilayah Sungai Sumatera V tengah membangun intake sementara. Intake tersebut bertujuan mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago.

“Kita berharap satu hingga dua hari ke depan saluran irigasi sudah dialiri air sehingga kekeringan di Kecamatan Pauh dan Kuranji dapat teratasi,” ujar Tri Hadiyanto.*