Rabu, 22 Januari 2020

HUKUM

KPK Temukan Duit Rp100 miliar Mengalir ke Eks Petinggi Garuda

news24xx


Jubir KPK, Febri Diansyah Jubir KPK, Febri Diansyah

RIAU1.COM - KPK mensinyalir ada aliran duit sejumlah Rp100 miliar dalam kasus suap pembelian mesin pesawat oleh PT Garuda Indonesia (GI). Jumlah ini meningkat lima kali lipat dibandingkan dugaan awal, yakni Rp20 miliar.

"Kami mengidentifikasi ternyata dugaan aliran dana itu bukan hanya Rp20 miliar, ada puluhan rekening, ketemu totalnya kurang lebih dugaan aliran dana itu Rp100 miliar," ujar Jubir KPK, Febri Diansyah, Sabtu 7 Desember 2019.

Febri menuturkan, uang itu diduga diterima oleh bekas Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada Garuda Hadinoto Soedigno.

Baca Juga: Gugatan ke Anies Baswedan Ditolak, Hakim Malah Perintahkan OC Kaligis Bayar Uang Perkara Rp1,4 Juta

www.jualbuy.com

Belakangan, KPK menengarai uang Rp 100 miliar itu bukan hanya dinikmati oleh keduanya. "Jadi bukan ESA (Emirsyah Satar) saja, tapi pada beberapa pejabat di PT Garuda Indonesia saat itu," tuturnya.

Emirsyah dan Hadinoto sudah ditetapkan menjadi tersangka penerima suap dan pencucian uang terkait pembelian mesin pesawat dari Rolls-Royce.

Suap itu diduga diberikan melalui Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo. Soetikno ditetapkan jadi tersangka pemberi suap.

Namun, Febri masih enggan membeberkan nama petinggi Garuda lainnya yang menerima uang dalam kasus ini. "Akan kami uraikan di dakwaan," sebutnya.

Baca Juga: Draf Final 7 Aturan Turunan UU KPK Belum Sampai ke Meja Jokowi

Iklan Riau1

Febri mengungkapkan, kasus suap ke petinggi Garuda ini cukup kompleks. KPK menemukan, uang dialirkan ke banyak rekening atas nama orang lain di luar negeri.

Selain itu, ada kontrak dengan nilai fantastis yang dilakukan oleh pihak Garuda ketika itu. Saat ini, KPK telah melimpahkan berkas Emirsyah ke penuntutan.

Proses penyidikan kasus ini memakan waktu 2 tahun 11 bulan. Masa ini terhitung sejak penerbitan surat perintah penyidikan atau sprindik pada 16 Januari 2017.

Dalam kurun waktu tersebut, KPK telah memeriksa 80 saksi dan mengidentifikasi kontrak bernilai miliaran Rupiah yang ditandatangani oleh PT Garuda Indonesia.





Loading...