Jumat, 05 Juni 2020

INDRAGIRI-HILIR

Diseret Buaya ke Sungai, Irham Warga Tembilahan Hulu Ditemukan Tewas

news24xx


Masyarakat melakukan evakuasi terhadap jasad irham yang tewas diterkam buaya/R24 Masyarakat melakukan evakuasi terhadap jasad irham yang tewas diterkam buaya/R24

RIAU1.COM -Inhil- Irham (45) warga Dusun Benua Langkar, Desa Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, ditemukan tewas akibat terkaman buaya, Minggu 29 Maret 2020, sekira pukul 21.00 wib. 

Dari keetrangan kepolisian sebelum kejadian mengerikan tersebut, korban disuruh oleh istrinya untuk mematikan lampu dan TV di rumahnya. Setelah itu korban masuk kedalam rumah dan menuju ke bagian belakang rumah, beberapa saat kemudian anak korban mendengar suara orang jatuh ke sungai dan mencoba memastikan pergi ke belakang rumah. 

Baca Juga: New Normal, Pemkab Inhil Bakal Promosikan Kembali Sektor Pariwisata

www.jualbuy.com

"Anaknya melihat kebelakang rumahnya dan mendapati bapaknya sudah tidak ada lagi, dan melihat air bergoyang di seberang sungai," beber Kapolres Inhil, AKBP Indra Duaman Siahaan, SIK melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Rhino Handoyo, Senin 30 Maret 2020. 

Lanjut AKP Rhino, teriak histeris sang anak pecah mendapati ayahnya tak ada di pelantaran belakangan rumah. "Sdri Ayu Andira berlari keluar sambil teriak," ujar Kapolsek. 

Sempat hilang, setelah dilakukan pencarian, senin 30 Maret 2020, sekira pukul 11.40 wib, oleh petugas dibantu masyarakat, akhirnya korban berhasil ditemukan sudah tak bernyawa di Sungai Batang Tuaka.

"Korban dievakuasi menggunakan Pompong ke rumah korban yang berada dipinggir sungai dan dilakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban dan ditemukan luka diduga gigitan di dada sebelah kanan korban," jelas AKP Rhino. 

Sebagai langkah hukum, Personil Polsek Tembilahan Hulu berupaya melakukan visum terhadap jenazah korban, namun diungkapkan Kapolsek Tembilahan Hulu pihak keluarga korban menolak upaya tersebut. 

Baca Juga: Keluarkan Surat Edaran, Bupati Inhil Izinkan Kepsek dan Guru ke Sekolah saat New Normal

"Pihak keluarga tidak mau atau menolak dilakukan Visum terhadap korban karena pihak keluarga menganggap sudah merupakan musibah," pungkasnya. 
 





loading...
Loading...