Rabu, 27 Oktober 2021

KEPULAUAN-RIAU

Oknum Dokter Nyabu di Bintan Memohon Direhabilitasi

news24xx


Ilustrasi/Net Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Polisi menahan seorang dokter R, karena kasus narkoba. R digerebek Satresnarkoba Polres Bintan, Selasa (7/9/2021) lalu. Dari pemeriksaan urine, R terbukti positif amphetamine.

Baca Juga: Pemerintah Pusat Diminta Buka Delapan Pelabuhan di Kepri untuk Wisatawan Mancanegara



MH02 | Bea dan Cukai

www.jualbuy.com

R selama ini bertugas di puskesmas setempat. Dokter tersebut diamankan polisi saat berada di kediamannya Kelurahan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Kapolres Bintan, AKBP Tidar Wulung Dahono seperti dimuat Batamnews.co.id
mengatakan, R masih berstatus tenaga kontrak.

"Tenaga kesehatan itu ditahan di sel selama 3 hari. Itu dilakukan sesuai aturan yaitu 3x24 jam. Kami menahan terduga pelaku untuk proses pengembangan kasus," ujar Tidar, Jumat (10/9).

Tidak ada perlawanan saat R diamankan. Polisi langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di rumahnya. Di sana tidak ditemukan narkoba, namun didapati barang bukti alat hisap sabu.

"Selama 3 hari (ditahan) itu juga kita melakukan penyelidikan, namun tetap tidak mendapati bukti kuat yang mengarah ke pengedar. Yang bersangkutan hanya sebagai pemakai," jelasnya.

R sendiri sudah mengakui jika ia mengkonsumsi sabu-sabu sejak Januari 2021. Bahkan sebelum ditangkap dia juga baru selesai menggunakan narkoba.

R dianggap koorperatif dan memohon untuk direhabilitasi. Atas rekomendasi pihak keluarga maka kepolisian menyetujui ia tak ditahan dan wajib menjalani rehabilitasi.

Baca Juga: Bermain di Waduk Sei Pulai Tanjung Pinang, Dua Bocah Perempuan Tewas Tenggelam

"Dua hari lalu diserahkan ke BNN Tanjungpinang karena tenaga medis itu akan menjalani rehabilitas," sebut dia.*
 





loading...
Loading...