Ilustrasi/net
RIAU1.COM - Analis Kebencanaan BPBD Kepri, Hardin Nafii memaparkan rekapitulasi data karhutla di wilayah Kepri, Rabu (9/9/2026).
Hardin mencatat 488 kejadian kebakaran hutan dan lahan hanguskan 792,25 hektare area di Kepri hingga awal September.
”Data karhutla Kepri mencatat 488 kejadian dengan total luas lahan mencapai 792,25 hektare,” ujarnya yang dimuat Hariankepri.
Hardin menjelaskan, Kota Tanjungpinang mendominasi frekuensi kejadian terbanyak di Kepri dengan 224 kasus karhutla.
”Tanjungpinang terbanyak, yakni 224 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 159,59 hektare,” terangnya.
Kabupaten Bintan mencatatkan dampak kerusakan area terluas, dengan 163 kejadian karhutla yang membakar 592,58 hektare.
Kabupaten Natuna mencatatkan 59 kejadian karhutla, Lingga 35 kejadian seluas 38,23 hektare, serta Anambas 6 kejadian.
Kota Batam mencatat 1 kejadian karhutla, sedangkan Kabupaten Karimun belum mencatatkan data area terbakar.
Tim Gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan Manggala Agni kini berjibaku memadamkan api di Lingga dan Natuna.
”Tim gabungan dan masyarakat masih di lapangan memadamkan api dengan fasilitas yang ada,” beber Hardin.
BPBD Kepri memverifikasi, seluruh laporan kejadian secara berjenjang dari kabupaten dan kota sebelum masuk ke sistem.
Hardin mengimbau, seluruh lapisan masyarakat agar memperketat pengawasan dan menghentikan pembakaran lahan maupun sampah.
”Masyarakat harus segera melapor kepada BPBD setempat jika menemukan titik api atau asap,” pungkasnya.*
