Minggu, 05 April 2020

PEKANBARU

Pedagang Korban Kebakaran 2015 Menolak Dipindahkan ke STC Pekanbaru, Tetap Bertahan di TPS Hingga Usai Lebaran

news24xx


Para pedagang korban kebakaran 2015 menolak aksi Satpol PP Pekanbaru membongkar tempat penampungan sementara (TPS). Foto: Surya/Riau1. Para pedagang korban kebakaran 2015 menolak aksi Satpol PP Pekanbaru membongkar tempat penampungan sementara (TPS). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Eksekusi kios Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) dijadwalkan pada Jumat (28/2/2020). Namun sampai hari ini, pedagang yang menempati TPS masih tetap berjualan di tengah gelap-gulita karena pemutusan arus listrik yang dilakukan pengelola.

Lorong-lorong kios di STC masih ramai oleh pedagang, Kamis (27/2/2020). Perekonomian pedagang sedikit lesu karena berkurangnya pengunjung beberapa hari belakangan ini.

Sebagian besar pedagang yang menghuni TPS saat ini menolak untuk pindah ke dalam STC. Sementara itu, Pemko Pekanbaru melalui tim percepatan pembangunan STC telah melayangkan surat untuk segera mengosongkan TPS sebanyak dua kali. 

Baca Juga: Datang dari Zona Merah Pandemik Corona di Pulau Jawa, 14 Warga Pekanbaru Tambah Daftar Panjang ODP

www.jualbuy.com

Para pedagang beralasan pemindahan pedagang bekas korban kebakaran belum tepat saat ini. Karena, pemindahan terlalu berdekatan dengan bulan puasa Suci dan Hari Raya Idul Fitri. 

"Kami minta waktu sampai malam takbiran. Karena kalau kami pindah sekarang ke dalam STC, langganan nanti banyak yang tidak tahu dan omzet kami bisa turun," kata Edi, salah seorang pedagang saat ditemui.

Baca Juga: 5 Orang Warga Pekanbaru Positif Corona Sejak Bulan Lalu, Terbanyak di Kecamatan Tampan

Iklan Riau1

Dengan pindah usai Lebaran nanti, para pedagang dapat mengumpulkan uang untuk menyelesaikan administrasi penempatan kios di dalam STC. Para pedagang harus menyelesaikan administrasi sebesar 30 persen dari total harga kios yang ditawarkan kepada pedagang oleh pihak STC.

"Kami akan tetap bertahan di sini. Karena di dalam itu belum layak. Selesaikan lah dulu pembangunan itu. Di dalam belum 100 persen selesai," terangnya.

Mereka memastikan akan terus tetap bertahan pada TPS. Walaupun dijadwalkan Jumat ini pembongkaran TPS kembali dilakukan oleh tim percepatan pembangunan.





Loading...