Belum Genap Setahun, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Sudah Aktifkan Kembali Saka
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Sulastri. Foto: Istimewa.
RIAU1.COM -Meski belum genap setahun sejak dilantik, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru terus bergerak melakukan pembenahan dan memperkuat pembinaan generasi muda. Waktu yang relatif singkat bukan alasan untuk tidak bergerak.
"Sejak dilantik pada 6 Desember 2025, kami memilih untuk bekerja dan melakukan berbagai langkah penguatan organisasi. Memang belum genap satu tahun, baru seumur jagung. Namun, waktu yang singkat bukan menjadi alasan untuk tidak bergerak. Kami memilih untuk bergerak, berbuat, dan bekerja," tegas Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Pekanbaru Sulastri dalam upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gelanggang Remaja, Sabtu (12/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga eksistensi Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru yang telah meraih predikat Kwarcab Tergiat di Provinsi Riau. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Kwarcab untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik dalam pembinaan generasi muda.
Salah satu fokus Kwarcab Pekanbaru adalah mengaktifkan kembali Satuan Karya Pramuka (Saka) yang selama ini belum berjalan optimal.
Kwarcab mulai melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk membangun kembali Saka yang ada. Selain mendorong pembentukan dan pengaktifan Saka, Kwarcab juga memberikan fasilitasi hingga pelantikan.
"Pada hari ini, seluruh Saka hadir bersama-sama. Bukan hanya seremonial, tetapi juga menyatakan satu komitmen bersama untuk membina generasi muda melalui Gerakan Pramuka," kata Sulastri.
Keberadaan Saka penting untuk memperluas ruang belajar anggota Pramuka sesuai minat dan keterampilan yang dimiliki. Pembenahan juga dilakukan melalui penguatan Satuan Komunitas Pramuka (Sako).
"Pada tahun ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru untuk pertama kalinya melantik Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu di Kota Pekanbaru. Langkah tersebut sebagai energi baru dalam memperluas jangkauan pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka," ucap Sulastri.
Selain pembinaan organisasi, Pramuka harus terus hadir memberikan pengabdian kepada masyarakat dan lingkungan. Gerakan Pramuka harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta ikut terlibat ketika terjadi bencana.
"Pramuka tidak boleh hadir ketika keadaan sedang baik-baik saja. Ketika masyarakat membutuhkan, Pramuka harus ada," tutur Sulastri.
Ia juga mengajak seluruh anggota Pramuka mendoakan agar Indonesia terbebas dari bencana serta daerah-daerah yang sedang terdampak bencana dapat segera pulih. Penguatan Gerakan Pramuka Pekanbaru juga didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana kepramukaan. Bumi Perkemahan Tunas Kencana di kawasan Danau Bandar Khayangan yang telah diresmikan wali kota Pekanbaru pada Mei lalu diharapkan menjadi pusat kegiatan kepramukaan di Kota Pekanbaru.
"Tempat ini kami harapkan menjadi pusat kegiatan kepramukaan dan perkemahan di Kota Pekanbaru. Tempat adik-adik belajar, tempat adik-adik ditempa, tempat persaudaraan dibangun, dan tempat calon-calon pemimpin masa depan dipersiapkan," sebut Sulastri.
Keberadaan bumi perkemahan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pembinaan anggota Pramuka agar tidak hanya mendapatkan pengetahuan. Tetapi, anggota Pramuka juga akan memiliki pengalaman dan keterampilan melalui berbagai aktivitas di lapangan.
Sulastri juga menyoroti penguatan Kwartir Ranting (Kwaran) di tingkat kecamatan. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah kecamatan serta jajaran Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Kwaran yang terus mendorong kegiatan kepramukaan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab Kwarcab, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak.
"Terima kasih dan apresiasi untuk kakak-kakak Mabiran dan Kwaran yang telah berupaya. Setiap pekan selalu ada kegiatan. Ini menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda adalah investasi masa depan," tutup Sulastri.
