Pramuka Pekanbaru Diminta Tak Sekadar Aktif Berkegiatan, tetapi Aktif Berbuat

12 September 2026
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Sulastri. Foto: Istimewa.

Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Sulastri. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Seluruh anggota Pramuka diajak untuk menjadikan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai kesempatan untuk memperkuat karakter, kepedulian, keberanian, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Sebab, Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

"Hari ini, kita berkumpul bukan sekadar untuk memperingati Hari Pramuka. Hari ini, kita merayakan semangat, merayakan perjuangan, merayakan persaudaraan, dan menyiapkan masa depan bangsa," kata Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru Sulastri dalam upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Gelanggang Remaja, Sabtu (12/9/2026).

Pramuka tidak hanya berkaitan dengan seragam, upacara, maupun kegiatan perkemahan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

"Pramuka bukan hanya tentang seragam, bukan hanya tentang upacara, bukan hanya tentang berkemah. Pramuka adalah karakter. Pramuka adalah tentang keberanian, kepedulian, dan pengabdian," kata Sulastri.

Ia juga mengingatkan anggota Pramuka agar membangun semangat untuk memberi manfaat bagi orang lain. Seorang Pramuka tidak semestinya hanya memikirkan apa yang akan diperoleh, tetapi harus memiliki keinginan untuk memberikan sesuatu bagi masyarakat.

"Seorang Pramuka tidak akan pernah bertanya apa yang bisa saya dapatkan. Tetapi, Pramuka akan bertanya apa yang bisa saya berikan," tegas Sulastri.

Anggota Pramuka merupakan generasi penerus yang kelak akan mengisi berbagai posisi penting di tengah masyarakat. Di antara anggota Pramuka saat ini, ada yang akan menjadi pemimpin daerah, pemimpin perusahaan, guru, dokter, pengusaha, TNI, Polri, birokrat, bahkan pemimpin bangsa.

"Karena itu, persiapkan diri kalian mulai hari ini. Jangan takut bermimpi besar, jangan takut mencoba, jangan takut gagal. Karena, kegagalan bukan alasan untuk berhenti," pesannya.

Sulastri meminta para anggota Pramuka untuk bangkit ketika menghadapi kegagalan dan menjadikan kesalahan sebagai bahan pembelajaran. Ketika diberi tanggung jawab, anggot Pramuka mampu menjalankannya dan terus melangkah ketika menghadapi tantangan.

Sulastri juga berharap Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru tidak hanya aktif dalam berbagai kegiatan kepramukaan, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia ingin melihat anggota Pramuka menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

"Saya ingin melihat Pramuka Kota Pekanbaru yang bukan hanya aktif di kegiatan, tetapi aktif berbuat di masyarakat," ucap Sulastri.

Pramuka juga harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kemajuan teknologi dan perubahan zaman harus dihadapi dengan kemampuan beradaptasi, kreativitas, serta tetap berpegang pada nilai-nilai kepramukaan.

"Pramuka yang peduli lingkungan, Pramuka yang peduli sesama, Pramuka yang hadir ketika masyarakat membutuhkan, dan Pramuka yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa pernah kehilangan jati diri," pungkas Sulastri.