Ketua KNPI Kota Pekanbaru Faisal Islami. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk melibatkan pemuda dalam pembangunan daerah melalui kegiatan dialog yang digelar oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pekanbaru. Dialog tersebut mengusung tema Menakar Arah Kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Perspektif Pemuda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Syafrian Tommy di Hotel Grand Central, Jumat (23/1/2025), menyampaikan, apresiasi Pemko Pekanbaru atas terselenggaranya forum dialog tersebut. Pemuda merupakan pemilik masa depan yang berhak mengetahui arah dan kebijakan pembangunan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bagaimanapun, pemuda adalah pemilik masa depan. Mereka berhak mengetahui seperti apa masa depan yang sedang dipersiapkan pemerintah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Tommy juga memaparkan berbagai kebijakan dan capaian Pemko Pekanbaru selama satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Sejak awal menjabat, wali kota telah mengambil sejumlah kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Kebijakan awal yang dilakukan antara lain penurunan tarif parkir, pemberian kemudahan layanan kepada masyarakat, serta penataan Jalan Jenderal Sudirman yang sebelumnya dipenuhi baliho dan berbagai atribut,” jelasnya.
Meski kebijakan tersebut sempat dinilai berpotensi menurunkan pendapatan daerah, hasil evaluasi akhir tahun justru menunjukkan kondisi keuangan daerah yang membaik. Utang tunda bayar berhasil diselesaikan. Bahkan, kas Pemko Pekanbaru mencatat surplus hingga beberapa miliar rupiah.
“Ini membuktikan bahwa yang paling penting adalah membangun kepercayaan masyarakat. Ketika masyarakat percaya kepada pemerintah, mereka akan berpartisipasi secara aktif, baik melalui kepatuhan membayar pajak maupun bergotong royong menjaga lingkungan,” kata Tommy.
Saat ini, Pemko Pekanbaru memiliki 23 program prioritas, beberapa di antaranya secara khusus menyasar generasi muda. Salah satu bentuk nyata perhatian terhadap pemuda adalah peresmian Lapangan Minisoccer Kencana di kawasan eks Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru.
“Lapangan minisoccer ini disediakan secara gratis untuk seluruh masyarakat Pekanbaru, khususnya pemuda. Agar, mereka memiliki ruang aktivitas positif dan tidak terjerumus ke hal-hal yang dilarang,” ujar Tommy.
Selain penyediaan sarana olahraga, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan program beasiswa strata satu (S1) dan strata dua (S2), serta menggelar kegiatan sosial seperti nikah massal. Program tersebut bertujuan mendorong pemuda agar menjalani kehidupan yang tertib dan bertanggung jawab.
Tommy juga mengingatkan pemuda sebagai generasi penerus agar mempersiapkan diri sejak dini sebagai calon pemimpin masa depan, dengan menjaga diri dari pengaruh negatif seperti narkoba dan judi daring, serta menumbuhkan karakter kepemimpinan melalui organisasi. Organisasi seperti KNPI adalah laboratorium kepemimpinan bagi pemuda.
"Kamo juga tahu, Wali Kota Pekanbaru pernah berproses di KNPI. Dari sanalah karakter kepemimpinan itu ditempa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KNPI Kota Pekanbaru Faisal Islami mengatakan, dialog tersebut bertujuan meningkatkan partisipasi pemuda dalam mengawal dan mengontrol kebijakan pemerintah daerah. KNPI melihat masih banyak pemuda yang apatis terhadap pemerintah.
"Melalui diskusi ini, kami ingin menumbuhkan kembali kepedulian dan semangat pemuda terhadap pembangunan Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Faisal berharap, hasil diskusi tersebut dapat dirumuskan menjadi rekomendasi dan masukan konstruktif yang akan disampaikan kepada Pemko Pekanbaru untuk dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan ke depan.
Dalam dialog tersebut, KNPI menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, serta akademisi dari Universitas Riau. Keduanya dihadirkan untuk memberikan perspektif adat dan akademis terhadap kebijakan Pemko Pekanbaru, termasuk kepedulian terhadap pengusaha muda dan kesesuaian kebijakan dengan nilai-nilai adat serta kajian ilmiah.
“Melalui dialog ini, pemuda juga diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan secara langsung. Nantinya, kesimpulan dari diskusi akan menjadi bahan evaluasi bersama demi Pekanbaru yang lebih baik dan lebih maju,” pungkas Faisal.