Kinerja Dua BUMD Pekanbaru Dinilai Stagnan, Pemko Siapkan Strategi Pemulihan
Pj Sekdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Kinerja dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Pekanbaru menjadi sorotan sepanjang tahun lalu. PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) dan Perumdam Tirta Siak Pekanbaru masih cenderung stagnan dan memerlukan langkah perbaikan yang terukur.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, Sabtu (24/1/2026), menilai, stagnasi kinerja PT SPP dipengaruhi oleh perubahan bisnis inti perusahaan. PT SPP tidak lagi mengelola layanan Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Hal ini berdampak pada struktur pendapatan perusahaan daerah tersebut.
“SPP cenderung stagnan karena adanya perubahan bisnis inti,” katanya.
Meski demikian, Pemko Pekanbaru telah mendorong PT SPP untuk melakukan diversifikasi usaha. Pada tahun ini, PT SPP mulai merambah sektor pengelolaan kawasan kuliner dengan mengambil alih pengelolaan Taman Labuai City Walk.
“Kami sudah melakukan penandatanganan perjanjian sewa dengan PT SPP. Mereka akan mengelola kawasan kuliner tersebut selama dua tahun ke depan,” ungkap Ingot.
Pengelolaan pusat kuliner tersebut diharapkan mampu memperkuat kemampuan finansial PT SPP sebagai BUMD milik Pemko Pekanbaru. Selain itu, PT SPP juga tengah mempercepat proses pengurusan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di Kawasan Industri Tenayan (KIT) sebagai bagian dari pengembangan usaha jangka menengah.
Sementara itu, kondisi Perumdam Tirta Siak Pekanbaru juga dinilai belum sepenuhnya sehat. Perusahaan daerah yang bergerak di bidang pengelolaan air minum tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan operasional dan keuangan.
“Kami sudah memiliki formulasi untuk perbaikan Perumdam Tirta Siak,” ujar Ingot.
Di sisi lain, Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru atau Bank Pekanbaru sebagai BUMD yang menunjukkan kinerja relatif baik. Namun demikian, proses seleksi direktur baru masih berlangsung.
"Kamo mendorong agar direktur terpilih nanti memiliki visi kuat untuk mentransformasikan BPR Pekanbaru menjadi bank berbasis syariah, sekaligus memperluas layanan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Target nasabah ke depan harus lebih diarahkan kepada pelaku UMKM agar kehadiran BUMD benar-benar memberi dampak bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.