Wawako Pekanbaru Tinjau SPPG di Desa Karya Indah Tapung Kampar

9 Januari 2026
Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus berupaya memperluas cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Dalam pelaksanaannya, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan diminta untuk memenuhi seluruh standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat menghadiri peresmian SPPG di Kawasan Sekolah Alam Cefa, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Jumat (9/1/2026).

"Saya hanya berkunjung ke SPPG di desa ini. Saya diundang oleh teman saya karena ia menjadi mitra SPPG Cefa Indonesia 2," katanya.

Jadi, dapur MBG ini wajib menyajikan makanan yang higienis, aman dikonsumsi, serta sesuai dengan standar gizi yang telah ditentukan. Kepatuhan terhadap standar operasional prosedur sangat penting guna menghindari persoalan yang dapat merugikan masyarakat.

“Standar yang telah ditetapkan oleh BGN harus dijalankan dengan baik. Agar tidak muncul isu-isu yang tidak diinginkan, seperti makanan basi atau hal lainnya,” ujar Markarius 

Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan tim di lapangan, proses pengolahan makanan di sejumlah SPPG berjalan dengan baik. Hidangan yang disajikan dinilai telah memenuhi ketentuan kebersihan dan standar gizi yang berlaku.

SPPG di Provinsi Riau secara umum sudah cukup baik. Mudah-mudahan, kualitas ini dapat terus dipertahankan dengan penerapan standar operasional prosedur yang tepat,” ucap Markarius.

Program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi sarana pemenuhan hak anak dalam memperoleh asupan gizi yang layak dan seimbang. Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, program MBG juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru. 

Keberadaan SPPG diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. SPPG juga dapat mendorong sektor pertanian lokal melalui pengembangan komoditas pangan yang dibutuhkan dalam penyediaan makanan bergizi.

“Program ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, mulai dari tenaga kerja hingga petani lokal,” pungkasnya.