Ilustrasi/Net
RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan strategi penguatan ekonomi pada tahun 2026 dengan memfokuskan pengembangan sejumlah sektor unggulan.
Langkah ini diambil menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Riau yang positif sebesar 4,98 persen pada triwulan III 2025 serta kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi dalam acara Sarasehan Ekonomi Awal Tahun 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Senin (19/1/26) mengungkapkan, secara spasial pada triwulan III tahun 2025, Provinsi Riau berkontribusi sebesar 5,14 persen terhadap perekonomian nasional. Selain itu juga, Riau berhasil menjadi provinsi dengan PDRB terbesar ke-6 di Indonesia atau terbesar ke-2 di luar Pulau Jawa.
"Dengan perkembangan ekonomi 2025 tersebut, kita akan meneroka ekonomi Riau 2026, nantinya akan kita fokuskan pada beberapa sektor unggulan," ujarnya.
Beberapa sektor unggulan tersebut diantaranya, pertama, tumbuh dari kemampuan sendiri. Maksudnya, Syahrial Abdi ingin ekonomi Riau tumbuh dengan mengandalkan sektor unggulan yang dimiliki, misalnya pada sektor perkebunan (sawit, kelapa, sagu, hingga karet). Kedua, pengembangan kawasan industri. Ketiga, menjaga stabilisan ekonomi rakyat.
Dalam kesempatan itu, Syahrial Abdi juga mengingatkan, agar struktur ekonomi Riau tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan-bahan mentah, seperti identifikasi sawit hingga penguatan industri. Ia menginginkan ekonomi Riau dapat tumbuh dengan cara mengandalkan sektor unggulan lain yang dinilai juga memiliki nilai tinggi.
"Selama ini fokus kita disawit. Kita juga ada kelapa, yang selama ini belum terkelola dengan baik," jelasnya.
Ditahun 2026 ini, Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi berharap ekonomi Riau meningkat, inflasi stabil, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman dan serba tercukupi.*