Prediksi Akademisi di Padang: 350 Orang Positif Covid-19 di Sumbar Bulan Mei

12 April 2020
Ilustrasi Petugas medis memeriksa pasien dicurigai corona.

Ilustrasi Petugas medis memeriksa pasien dicurigai corona.

RIAU1.COM - Sejumlah akademisi memprediksi jumlah pasien positif corona di Sumatera Barat mencapai 350 orang pada bulan Mei 2020.

 

Penyebaran kasus COVID-19 di Sumatera Barat diperkirakan masih akan meningkat hingga Mei 2020 seiring makin banyaknya perantau yang pulang merayakan lebaran Idul Fitri di kampung halamannya. 

"Akademisi Unand memperkirakan peningkatan kasus COVID-19 akan melonjak pada Mei dan baru melandai pada Agustus 2020," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno di Padang, Minggu, 12 April 2020, seperti dilansir Antara.

Lonjakan itu cukup tinggi dengan perkiraan pasien yang positif COVID-19 mencapai 350 orang, sehingga harus diantisipasi sejak dini.

Salah satu antisipasi yang dilakukan Pemprov Sumbar adalah dengan memastikan fasilitas, sarana dan prasarana kesehatan mampu menampung ratusan pasien serta memberikan layanan terbaik.

Saat ini untuk merawat pasien COVID-19 hanya ada tiga RS rujukan yaitu RSUP M.Djamil Padang, RS Achamad Muchtar Bukittinggi dan RS Unand.

Jumlah kamar dan tempat tidur yang dikhususkan untuk isolasi pasien positif COVID-19 terbatas.

"Sebagai langkah antisipasi kita sudah siapkan dua RSUD khusus COVID-19 yaitu RSUD Pariaman serta RSUD Rasidin Padang," katanya.

RSUD Pariaman punya sekitar 170 tempat tidur, RSUD Rasidin Padang 112 tempat tidur, ditambah RS rujukan bisa sekitar 354 tempat tidur.

Jumlah itu masih bisa menampung lonjakan pasien positif COVID-19 yang diprediksi sejumlah akademisi.

"Kita berharap prediksi ini tidak terjadi. Tapi langkah antisipasi tetap harus dilakukan," ujar Irwan.

Jika skenario terburuk terjadi dan jumlah pasien positif COVID-19 melampaui prediksi itu, RS Bhayangkara dan Rumah Sakit Tentara (RST) Dr. Reksodiwiryo Padang siap menampung.

Selain itu untuk pasien positif COVID-19 dengan gejala sedang juga bisa dirawat pada RSUD 15 plus swasta di berbagai daerah di Sumbar.

"Kita sudah siapkan juga mekanisme atau SOP, tata alur masuk dan keluar pada masing-masing RS," kata dia.

 

Irwan bersyukur mendapatkan dukungan penuh dari IDI wilayah, perawat. RSUP M Djamil juga bersedia memberikan dukungan teknis untuk semua.

Ia meminta agar skenario terburuk itu tidak terjadi, masyarakat mau disiplin mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap di rumah. Hanya keluar untuk kepentingan mendesak.

Kemudian disiplin isolasi mandiri 14 hari bagi yang baru datang ke Sumbar.

R1 Hee.