Masih Terisolasi Pasca Bencana, Warga Pessel Tandu Bocah untuk Dapat Pengobatan
Warga Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan tandu bocah untuk dapat pengobatan/Katasumbar
RIAU1.COM - Hampir dua bulan setelah jembatan utama putus dan akses jalan tertimbun longsor, Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) masih terisolasi.
Kondisi sulit itu dirasakan warga saat membawa seorang bocah bernama Aras (11) berobat karena luka akibat terjatuh saat bermain di depan rumahnya, Rabu (21/1/2026), lalu.
Aras tak bisa berdiri, apalagi berjalan. Sementara akses menuju fasilitas kesehatan nyaris tak ada. Sehingga dengan kondisi itu, Warga pun dihadapkan pada pilihan sulit.
“Lukanya cukup parah, kakinya tidak bisa digerakkan. Tidak mungkin dibawa naik motor, dan tidak bisa juga ditangani di bidan desa,” ungkap Jondra salah seorang warga, Kamis (22/1/2026) yang dimuat Katasumbar.
Tanpa banyak pilihan, ketika itu bersama anggota TNI AD, warga bergotong royong menandu Aras sejauh tiga kilometer menuju akses agar bisa cepat ke Puskesmas setempat.
Mereka menyusuri jalan darurat yang licin dan rawan, melewati sisa-sisa longsor, demi mencapai Kampung Limau-limau, titik terdekat yang masih bisa dilalui kendaraan roda empat.
Perjalanan itu bukan perkara mudah. Setiap langkah dilalui dengan kehati-hatian, apalagi jika lumpur bekas hujan belum begitu kering. Namun demi keselamatan sang bocah, kondisi dikesampingkan.
Sesampainya di Limau-limau, Aras akhirnya bisa dibawa menggunakan mobil menuju Puskesmas Asam Kumbang, sebelum dirujuk ke RSUD M. Zein Painan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Bagi warga Ngalau Gadang, peristiwa ini bukan yang pertama.
Beberapa waktu lalu, seorang warga lanjut usia terpaksa dibonceng bertiga menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis. Itu pun hanya bisa dilakukan saat cuaca cerah. Saat hujan turun, jalan sama sekali tak dapat dilalui.
Menurut, Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, kondisi Ngalau Gadang masih sangat memprihatinkan.
“Hampir dua bulan pascabencana, kampung ini masih terisolasi.
Jembatan satu-satunya putus dan ada tiga titik jalan tertimbun longsor. Akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga benar-benar darurat,” terangnya.
Ia menegaskan, dalam kondisi seperti ini, warga seharusnya tidak terus-menerus mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan layanan dasar.
“Harapan masyarakat sederhana, akses dibuka kembali. Jembatan dibangun, jalan dibersihkan. Ini kebutuhan mendesak,” jelasnya.
Di Kampung Ngalau Gadang sendiri tinggal sekitar 168 kepala keluarga atau 670 jiwa. Di sana terdapat satu TK, satu SD, dan satu Puskesri. Sementara pelajar SMP hingga SMK harus bersekolah ke luar kampung, dengan sebagian besar guru juga tinggal di luar wilayah tersebut.*