Senin, 25 Januari 2021

PEKANBARU

Ojek Sampan Sungai Siak, Ibu Awo Tetap Mendayung Saat Pandemi dan Banyak Jembatan

news24xx


Ibu Awo menarik ojek sampan di Sungai Siak Ibu Awo menarik ojek sampan di Sungai Siak

RIAU1.COM -Kota Pekanbaru, Provinsi Riau memiliki 4 jembatan besar. Jembatan Siak I, atau populer dikenal dengan nama Jembatan Leighton menyatukan wilayah Pekanbaru Kota dengan Rumbai pesisir.

Ramainya kendaraan dan banyak jembatan berdampak pada keberadaan ojek sampan yang pernah jaya. Yusmiati atau akrab disapa ibu Awo, seorang pendayung sampan kayu yang masih bertahan.

Baca Juga: 933 Pasien Corona Dirawat di Pekanbaru Hari Ini, 45 Orang Sembuh


Ibu Awo juga mesti tetap mendayung walau di tengah pandemi Covid-19 ini. Hal itu tetap dilakukannya sebab kebutuhan sehari-hari harus tetap dipenuhi.

Sampan yang didayung Ibu Awo tidak begitu besar, sekira panjang 4 meter. Satu kali penyebrangan, Ibu Awo hanya mematok tarif Rp2 ribu dari penumpang."Sekarang seharinya ada 3 sampai 5 orang yang menumpang naik sampan ini," sebut Ibu Awo, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: 933 Pasien Corona Dirawat di Pekanbaru Hari Ini, 45 Orang Sembuh


Padahal kalau hari biasa sebelum pandemi, Ibi Awo bisa mengantongi Rp30 ribu sampai Rp50 ribu sehari. Untuk ibu dari empat anak dan satu cucu ini hanya berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu. "Harapanya Virus Corona cepat berlalu, agar jumlah penumpang kembali normal," harap Ibu Awo.

Sementara itu Wino, seorang warga yang menaiki ojek sampan Ibu Awo mengaku baru pertama kali naik sampan di Sungai Siak. "Rasanya senang, sudah dari tahun 2005 tinggal di Pekanbaru baru kali ini kesampaian naik sampan Sungai Siak," ujarnya.

Wino berharap ojek sampan di Sungai Siak Pekanbaru supaya tetap bertahan. Karena bisa menjadi daya tarik pariwisata. "Perlu dipertahankan dong. Selain kita bisa nikmati bantaran Sungai Siak, ojek sampan juga bisa mengangkat perekonomian sebagian masyarakat ekonomi ke bawah. Semoga pandemi Covid-19 berlalu, dan pendapatan ojek sampan Sungai Siak normal lagi," harapnya. (riki)





loading...
Loading...