APJATEL Riau Sebut Pekanbaru Jadi Percontohan Penataan Kabel Telekomunikasi

5 Juni 2026
Pihak APJATEL Riau ikut memotong kabel fiber optik yang sudah tak aktif di Jalan Ronggowarsito, Jumat (5/6/2026). Foto: Surya/Riau1.

Pihak APJATEL Riau ikut memotong kabel fiber optik yang sudah tak aktif di Jalan Ronggowarsito, Jumat (5/6/2026). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Kota Pekanbaru ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) penataan jaringan kabel telekomunikasi di Provinsi Riau. Penataan tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Pemko Pekanbaru dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) Riau sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih rapi, aman, dan tertata.

Ketua APJATEL Riau Ahmad Fadli usai pemotongan kabel fiber optik di Jalan Ronggowarsito, Jumat (5/6/2026), mengatakan, kegiatan yang dilakukan saat ini bukan semata-mata pemotongan kabel. Melainkan, tindakan yang dilakukan Pemko Pekanbaru merupakan bagian dari proses penataan dan perapian jaringan telekomunikasi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Yang kami lakukan sebenarnya adalah perapian kabel. Bentuknya bermacam-macam, mulai dari crimping (mengikat kabel), penataan kabel, hingga menurunkan sebagian jaringan dari atas ke bawah melalui sisi drainase, semi-ducting, maupun ducting," ujarnya.

Pembangunan jaringan ducting secara menyeluruh membutuhkan waktu, teknologi, dan biaya yang besar. Oleh karena itu, pihaknya melakukan berbagai langkah yang memungkinkan untuk diterapkan secara bertahap.

Kegiatan penataan yang dilakukan tidak mengganggu layanan internet masyarakat. Sebelum kabel dipotong, jaringan yang masih aktif terlebih dahulu dipindahkan ke jalur yang lebih tertata.

"Kabel yang dipotong di Jalan Ronggowarsito tadi adalah kabel yang sudah tidak digunakan lagi. Sebelumnya, jaringan aktif telah dialihkan ke bawah. Sehingga, layanan kepada pelanggan tetap berjalan," jelas Fadli.

Saat ini, sebagian kabel telah ditempatkan di jalur bawah tanah melalui saluran drainase. Meskipun, belum seluruhnya menggunakan sistem penanaman permanen.

"Kami berencana melanjutkan pekerjaan tersebut secara bertahap hingga seluruh jaringan dapat ditata dari ujung ke ujung Jalan Ronggowarsito," ujar Fadli.

Terdapat sekitar 90 perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi yang beroperasi di Pekanbaru. Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri atas 30 perusahaan berskala nasional dan 60 perusahaan lokal. Dalam kegiatan penataan terbaru, sedikitnya enam operator terlibat, di antaranya Telkom Indonesia, Lintasarta, ICON+, Biforst, Moratelindo, dan MyRepublic.

Terkait pernyataan Wali Kota Pekaanbaru Agung Nugroho mengenai jaringan yang tidak berizin, Fadli memberikan penjelasan. Sebenarnya, sebagian besar perusahaan telah memiliki rekomendasi teknis (rekomtek). Namun, banyak perusahaan belum menyelesaikan proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

"Yang dimaksud tidak berizin bukan berarti tidak memiliki izin sama sekali. Banyak perusahaan selama ini berpedoman pada rekomtek yang dianggap sudah cukup. Seharusnya, mereka juga melengkapi perizinan melalui sistem OSS," terang Fadli.

Kesempatan yang sama, Sekretaris APJATEL Riau Daliansyah Putra menambahkan, penataan kabel fiber optik yang sedang berlangsung merupakan hasil komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan bersama Pemko Pekanbaru selama sekitar lima hingga enam bulan. 

Kegiatan pemotongan kabel ini merupakan tahap lanjutan. Sebelumnya, sejumlah perusahaan telah melakukan proses crimping dan perapian jaringan di beberapa jalan.

"Pemotongan ini bisa dikatakan sebagai tahap kedua. Sebelumnya kami telah melakukan crimping dan penataan kabel, termasuk di Jalan Ronggowarsito. Bahkan pada 2 Juni lalu, kami juga melakukan perapian jaringan sebelum pelaksanaan pemotongan hari ini," kata Putra.

Untuk kawasan perumahan, APJATEL memastikan tetap menjadi bagian dari program penataan jaringan. Namun, pendekatan yang dilakukan lebih difokuskan pada perapian kabel melalui metode crimping. 

"Hal ini guna mengurangi kesemrawutan tanpa mengganggu layanan yang masih aktif," ucap Putra.