Forum Komunikasi Pegiat Literasi Pekanbaru Jadi Wadah Kolaborasi Penggerak Budaya Baca

9 Juli 2026
Kepala Dispusip Pekanbaru Muhammad Amin. Foto: Surya/Riau1.

Kepala Dispusip Pekanbaru Muhammad Amin. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus memperkuat upaya peningkatan budaya literasi dengan membentuk Forum Komunikasi Pegiat Literasi Pekanbaru. Forum ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi berbagai komunitas literasi.

"Melalui forum tersebut, kami akan mendata dan memetakan para pegiat literasi, menyusun program yang lebih tepat sasaran, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, Bunda Literasi, perpustakaan, dan masyarakat," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Kamis (9/7/2026).

Keberadaan forum kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk menyatukan berbagai komunitas dan pegiat literasi. Agar, para pegiata literasi dapat saling terhubung, berkolaborasi, dan bergerak bersama dalam menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.

"Perpustakaan juga harus terus bertransformasi menjadi ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi pusat belajar, berdiskusi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan berbagai kegiatan literasi," ujar Amin.

Pendataan terhadap komunitas literasi dinilai akan memudahkan pemko dalam menyusun program yang lebih terarah. Upaya ini sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Pekanbaru.

"Kami ingin perpustakaan menjadi pusat jejaring, tempat para pegiat bertemu, berbagi pengalaman, dan bersama-sama menumbuhkan budaya baca," ucap Amin.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pegiat Literasi Pekanbaru, Mulyati menjelaskan, forum tersebut dibentuk untuk menghimpun berbagai pegiat sastra, seni, budaya, taman bacaan masyarakat, hingga komunitas digital yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi. Diharapkan, forum ini menjadi ruang kolaborasi yang mampu memperkuat komunikasi antarkomunitas, bertukar gagasan, menyusun program bersama, serta memperluas jangkauan kegiatan literasi hingga ke tingkat kelurahan.

"Kami ingin seluruh pegiat memiliki ruang untuk saling terhubung, berbagi gagasan, dan menghadirkan kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Ke depan, Dispusip berharap semakin banyak Taman Bacaan Masyarakat (TBM), komunitas literasi, pegiat seni dan budaya, dunia pendidikan, serta komunitas digital yang terlibat aktif dalam memperkuat budaya membaca. Melalui sinergi dan kolaborasi tersebut, diharapkan ekosistem literasi di Pekanbaru semakin kuat, akses masyarakat terhadap pengetahuan semakin luas, serta mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, kreatif, inovatif, dan berdaya saing.