Senin, 09 Desember 2019

PELALAWAN

2 Bulan Terakhir, RSUD Selasih Pelalawan Sudah Tangani 3 Kasus Gizi Buruk

news24xx


Fikri, salah satu bayi penderita gizi buruk asal Langgam yang dirawat di RSUD Selasih Pelalawan Fikri, salah satu bayi penderita gizi buruk asal Langgam yang dirawat di RSUD Selasih Pelalawan

RIAU1.COM - Sejak 2 bulan terakhir, tercatat ada sekitar 3 kasus gizi buruk muncul di Kabupaten Pelalawan, dan Fikri Kurniawan, bocah 3 tahun asal Kecamatan Langgam, menjadi korban gizi buruk yang ketiga.

Sebelumnya, pada Oktober silam, Nurasiah, balita asal Mentawai yang tinggal di basecamp Sektor diketahui menderita gizi buruk. Kemudian diawal November 2019, Alif Hafiz Pratama asal Kecamatan Kerumutan menjadi penderita kedua.

Baca Juga: DPD PAN Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wabup Pilkada Pelalawan 2020

www.jualbuy.com

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Selasih, Ramdhani Kamal mengatakan, Fikri Kurniawan berusia lebih dari 3 tahun, berasal dari Dusun Sukaramai Desa Penarikan Kecamatan Langgam. Ayahnya merupakan pekerja tukang bangunan dan ibunya hanya ibu rumah tangga.

"Sejak Jumat kemarin, Rifki masuk RSUD Selasih. Dirawat diruang spesialis anak. Ditangani dokter Anak Hendri Sutapa dan tim ahli gizi," ujar Dhani, Selasa 19 November 2019.

Dari pemeriksaan awal tambah Dhani, pihaknya menemukan berat badan sekitar 9 kilogram, HB rendah, protein rendah dan perut buncit. "Dari berat badan, HB rendah dan proteinnya yang rendah itu, kita vonis Fikri menderita gizi buruk," sebut Dhani.

Baca Juga: Permukaan Sungai Kampar dan Batang Nilo Naik, Pelalawan Tetapkan Status Siaga

Iklan Riau1

Pihak RSUD Selasih langsung memberikan penanganan maksimal kepada Fikri. Transfusi darah sudah 3 kali, protein/albumine dan infus NGP.

Kondisi Fikri belum begitu stabil hingga saat. RSUD Selasih akan maksimal menangi bocah malang ini. "Kita terus observasi. Jika dalam 2 hari ini belum ada perubahan, kita akan lakukan tindakan lanjutan," imbuh Ramdhani Kamal.

Apalagi, kondisi perut Fikri yang membuncit tersebut belum bisa ditangani, karena keterbatasan peralatan. "Bisa jadi nanti akan kita rujuk ke rumah sakit lain, yang lebih lengkap. Mana tau ada penyakit lain yang diidapnya," pungkas mantan Kasi Transtip Pol PP Kabupaten Pelalawan ini.





Loading...