Kamis, 24 September 2020

SUMBAR

Sejarah Hari Ini: Masyarakat Geram, Runtuhkan Simbol Kekuasaan Belanda di Kota Padang

news24xx


Pecinaan di Kota Padang (foto: Istimewa/internet) Pecinaan di Kota Padang (foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Akibat monopoli dagang dan tindakan semena-mena, simbol kekuasaan Belanda di kota Padang, Sumatera Barat dihancurkan oleh pejuang dan masyarakat Pauh dan Koto Tangah pada 1969.

Simbol kekuasaan yang diberi nama loji tersebut luluh lantak dibakar massa dinukil dari padang.go.id, Jumat, 7 Agustus 2020.

Loji itu berbentuk empat pesegi dengan setiap sisi panjangnya lebih kurang 100 m. Pada setiap sudut terdapat menara pengawas dengan ketinggian 8 meter.

Baca Juga: TNI Bantu Warga yang Rumahnya Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai di Pesisir Selatan



www.jualbuy.com

Bangunan itu lahir lantaran orang-orang Belanda mendapat serangan dari masyarakat dan pejuang yang tak senang dengan pola perdagangan mereka.

Pembangunannya mulai dirintis sejak tahun 1606 dan selesai pada perempat terakhir abad ke-17.

Baca Juga: Banjir dan Longsor Terjadi di Padang dan Pesisir Selatan

Salah satu loji yang terkenal terletak di Muara Batang Arau, karena termasuk yang terbesar dikawasan barat Sumatera.

Saking dahsyatnya, penyerangan pejuang dan masyarakat ke loji Belanda tersebut dijadikan sebagai hari jadi kota Padang sampai saat ini.





loading...
Loading...